Zionis Israel Bangun Tembok Membelah Gaza

Oleh: Anis- Butul Pacet, Kabupaten Bandung


Israel diam-diam membangun tembok tanah raksasa sepanjang 23 km yang membelah lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza. Keberadaan penghalang ini terungkap melalui citra satelit, yang menunjukkan pembangunannya berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Dilansir dari _Associated Press_, Selasa (21 Juli 2026).

Lebih dari 23 kilometer tanggul atau penghalang tanah telah dibangun, membentang melewati sejumlah permukiman Palestina yang sebelumnya dihancurkan dalam operasi militer Israel. Proyek tersebut memperluas pemisahan wilayah di Jalur Gaza. Padahal wilayah Gaza hanya memiliki panjang sekitar 40 kilometer dan lebar sekitar 11 kilometer. Artinya, penghalang yang dibangun Israel setara dengan lebih dari separuh panjang wilayah tersebut.

Pembangunan tembok ini menegaskan ambisi entitas Zionis Israel untuk menguasai dan memfragmentasi seluruh wilayah Gaza. Semua ini terjadi karena umat Islam di Gaza tidak memiliki _junnah_, pelindung yang dapat menjaga darah dan harta mereka. Mereka ibarat anak ayam yang kehilangan induk untuk berlindung.

Israel jelas tidak akan pernah memberikan kemerdekaan pada rakyat Palestina, sekalipun dunia menentang. 

Namun dunia, termasuk negeri-negeri Muslim, masih sibuk dengan dialog, konferensi, dan upaya mediasi tanpa hasil. Rencana seperti "BoP" dan "New Gaza" hanyalah propaganda. Berharap kemerdekaan dan pengakuan negara Palestina dari Israel adalah kebodohan.

Umat Islam tidak boleh tertipu dengan propaganda negara-negara kafir. "BoP" dan "New Gaza" adalah rencana untuk menguasai dan mengambil-alih Gaza. Tujuannya jelas: mencaplok tanah Palestina dengan alasan membangun kembali, padahal hakikatnya menjadikan Yerusalem sebagai milik kaum Yahudi.

Berdamai dengan entitas Zionis Israel hukumnya haram. Karena itu sama saja melegitimasi penjajahan. Sedangkan melawan penjajahan dan membebaskan tanah yang dijajah hukumnya _fardhu kifayah_ atas seluruh umat Islam. Kewajiban ini hanya bisa dilaksanakan secara sempurna jika ada institusi yang menyatukan kekuatan umat.

Fakta hari ini, umat Islam tidak bisa mengerahkan jihad secara terorganisir. Bukan karena umatnya lemah, tapi karena tidak ada _junnah_ yang menyatukan. Ketiadaan Khilafah menyebabkan 57 negeri Muslim berjalan sendiri-sendiri, terikat perjanjian dengan PBB dan negara-negara penjajah. Akibatnya Gaza dibiarkan menghadapi Zionis seorang diri.

Karena itu, umat harus disadarkan dari tipu daya diplomasi dan solusi tambal sulam. Umat harus diajak kembali kepada Islam, menolak pengkhianatan para penguasa, dan berjuang sungguh-sungguh untuk menegakkan Khilafah. 

Hanya Khilafah yang akan menjadi _junnah_ bagi Palestina dan seluruh umat. Dengan Khilafah, kaum Muslimin akan disatukan dan digerakkan untuk membebaskan Al-Aqsa. 

Persatuan umat di bawah kepemimpinan Khilafah adalah satu-satunya kunci kemenangan Palestina dan seluruh dunia Islam. Di bawah Khilafah, umat Islam tidak akan mudah ditipu, dipecah belah, dan dijajah.

Wallahu 'alam bishawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak