Oleh: Nita Nur Elipah
(Penulis lepas)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan perlucutan senjata Hamas di Gaza. Trump menyebut hal ini sebagai langkah penting menuju perdamaian.
Dilansir kantor berita AFP, Jumat (31/7/2026), Trump mengungkap Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan perlucutan senjata. Pelucutan senjata ini baik di Hamas maupun kelompok bersenjata lainnya di Gaza.
Trump mengatakan bahwa perlucutan senjata akan dilakukan secara bertahap. Setelah perlucutan senjata selesai, kata Trump, pasukan Israel akan mundur di Jalur Gaza. (detiknews. Jakarta, Jumat, 31/7/2026).
Adanya pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza sejatinya merupakan siasat AS dan zionis Israel melalui BoP untuk melemahkan perjuangan rakyat Palestina.
Pemikiran tolak BoP hari ini mulai hilang, karena itu umat harus diingatkan lagi bahwa bergabung dengan BoP sama dengan menyerahkan Gaza pada mulut harimau yakni zionis Israel dan AS, sementara Hamas dan kelompok bersenjata dilucuti.
Pelucutan senjata bukan solusi bagi perdamaian, keamanan dan pembebasan Gaza. Penjajahan, perampasan tanah dan genosida atas Gaza akan terus dilakukan oleh zionis Israel.
Karena pada faktanya pembangunan New Gaza terus berlanjut menggunakan aktor lokal supaya diterima. Bahkan propaganda yang disuarakan "demi penyelamatan penduduk Gaza". Kenapa tidak dari dulu?
Kehadiran pasukan stabilitas Internasional sejatinya tidak ditujukan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel.
Umat Islam harus segera sadar akan bahaya AS dan zionis Israel dengan terus membuat siasat baru untuk melanggengkan penjajahan atas Palestina.
Umat Islam juga harus terus melakukan kritik dan koreksi atas pengkhianatan pemimpin negeri-negeri muslim yang bersekutu dengan AS dan BoP nya.
Umat harus terus terus berjuang menyatukan umat Islam di seluruh dunia di bawah kepemimpinan Khilafah Islam. Karena Palestina baru akan bebas ketika tentara kaum muslimin di bawah komando Khilafah memerangi zionis Israel.
Wallahu a'lam bishshawab.
Tags
Opini