BoP untuk Membantu atau Melemahkan Palestina?


Ilustrasi: tunduknya pemimpin muslim kepada AS (pinterest)

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih

Institut Literasi dan Peradaban


TsaqofahTv.com--Perhatian dunia kembali terjutu kepada pemimpin negara kapitalis Presiden AS Donald Trump, pasalnya ia mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace).


Proses ini dilakukan secara bertahap, diiringi penarikan mundur pasukan Israel serta pengalihan keamanan ke Pasukan Stabilisasi Internasional dan polisi Palestina. Pejabat senior Hamas mengonfirmasi kesepakatan tersebut dengan syarat penarikan Israel dipatuhi.


Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, menyebut langkah ini sebagai “tonggak penting dalam implementasi Rencana 20 Poin Trump”, untuk mengakhiri perang Israel di Gaza. Trump juga menyampaikan terima kasih ke negara-negara mediator seperti Mesir, Qatar, dan Turki. “Kesepakatan ini merupakan langkah penting menuju Gaza yang akhirnya diperintah oleh pemerintah Palestina yang baru, yang akan bekerja sama erat dengan Dewan Perdamaian untuk membantu rakyat Palestina,” ujar Trump (CnnIndonesia.com, 31-7-2026). 


Meski gencatan senjata ditandatangani Oktober lalu, Israel terus menyerang Gaza, dengan alasan menargetkan Hamas dan infrastrukturnya. Serangan ini menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk anak-anak. Demikian pula menurut pernyataan rumah sakit Nasser terjadi serangan terhadap apartemen di Gaza selatan menewaskan tiga anggota keluarga, termasuk anak mereka yang berusia 4 tahun. Dan Militer Israel mengatakan serangan-serangan itu menargetkan anggota militer Hamas, namun tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut (moeslimchoice.com,3-8-2026). 


Kembali Tipu Daya Penjajah Beraksi


Seolah semua berjalan baik, namun rencana sebenarnya tetap harus kita waspadai. Sebagaimana firman Allah swt. yang menegaskan,” Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar” (TQS Al-Anfal:73). Pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata di Gaza sejatinya merupakan siasat AS dan Zionis Israel melalui BoP untuk melemahkan perjuangan rakyat Palestina. 


Apalagi, penolakan terhadap BoP hari ini mulai hilang, para ulama yang seharusnya terus menjaga kewaspadaan umat telah terlena dengan janji pemerintah, jika ada sesuatu di luar kesepakan akan keluar dari BoP, dan itu adalah sesuatu yang mustahil. Mengingat Indonesia bukan negara ula ( besar dan pemimpin) melainkan hanya negara tabiah ( pengikut) itu pun pengikut tanpa idiologi, sehingga hampir total seluruh urusan negara terhadap rakyatnya mengikuti arahan global (baca : kafir). 

 

Karena itu umat harus diingatkan lagi bahwa bergabung dengan BoP sama dengan menyerahkan Gaza pada mulut harimau (zionis Israel dan AS), sementara Hamas dan kelompok bersenjata dilucuti. Yang jelas langkah Pelucutan senjata bukan solusi bagi perdamaian, keamanan dan pembebasan Gaza. Ada atau tidak ada BoP, penjajahan, perampasan tanah dan genosida atas Gaza akan terus dilakukan oleh Zionis Israel. Demikianlah cara kerja Israel dan AS. Tangan mereka berlumuran dengan darah kaum muslim. 


Bahkan pembangunan New Gaza yang terus berlanjut menggunakan aktor lokal supaya diterima. Bahkan propaganda yang disuarakan “demi penyelamatan penduduk Gaza”. Kenapa tidak dari dulu? Sejatinya, kehadiran pasukan stabilitas Internasional tidak ditujukan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Israel. Itu yang menjadi tugas setiap kaum muslim untuk saling mengingatkan. 


Melanggengkan Penjajahan atas Palestina Haram Hukumnya


Bahayanya persekutuan AS dan Zionis Israel harus kita sampaikan kepada umat, mereka akan terus membuat siasat baru untuk melanggengkan penjajahan atas Palestina. Keduanya memang memiliki kepentingan berbeda, AS ingin melemahkan kekuatan negara-negara Islam melalui Palestina, sedangkan Israel dengan ide negara Israel Raya mereka. Hendaknya terus ada pihak yang mendorong umat agar terus melakukan kritik dan koreksi atas pengkhianatan pemimpin negeri-negeri muslim yang bersekutu dengan AS dan BoP nya. Haram hukumnya ketika kita sebagai saudara seakidah membiarkan penjajahan di Palestina terus berlangsung. 


Solusi agar Palestina bebas, hanya satu yaitu terwujudnya persatuan umat Islam dalam satu kepemimpinan. Yaitu Daulah Khilafah, tanpanya, umat Islam hanyalah buih di lautan yang tak memiliki kekuatan meski jumlahnya banyak. Hanya Khilafah yang mampu menyerukan jihad fi Sabilillah guna menumpas Israel, menghentikan kebengisannya dan mengakhiri hegemoni AS atas Palestina. Umat harus yakin betapa urgennya penegakkan Khilafah ini. Meski ini adalah tugas berat, namun jika Allah telah memerintahkan apakah kita masih menunda? Perintahnya sudah sangat jelas,” Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”(TQS At-Taubah:123). Wallahualam bissawab. 




Goresan Pena Dakwah

ibu rumah tangga yang ingin melejitkan potensi menulis, berbagi jariyah aksara demi kemuliaan diri dan kejayaan Islam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak