Rupiah Melemah, Kehidupan Masyarakat semakin Berat

 
Oleh: Maya - Butul, Pacet Kab. Bandung

Depresi rupiah terhadap dolar membuat kondisi perekonomian di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Masyarakat menengah ke bawah makin kesulitan, karena naiknya harga-harga bahan pokok. Rakyat semakin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, beban semakin berat hingga akhirnya banyak yang mengambil jalan pintas dengan pinjaman online (pinjol), keadaan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup yang serba naik yang dialami rakyat ini, pemerintah menganggapnya masih dalam kondisi aman. (Kompas.com) 
Keadaan ini, salah satunya akibat perang AS-Iran yang berpengaruh terhadap aktivitas pasar global yang kemudian memicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. 

Harga Barang Impor Naik

Akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini, barang-barang elektronik, gadget, pakaian, dan kosmetik impor akan mengalami kenaikan harga. Ini disebabkan karena distributor harus membayar lebih mahal saat membeli produk dari luar negeri. Sehingga diharapkan konsumen perlu lebih selektif dalam memilih produk impor dan mungkin mempertimbangkan alternatif untuk beralih ke produk lokal dalam negeri. 

Dalam kondisi seperti ini sayangnya pemerintah seperti tidak peduli kepada rakyatnya. Ketidakpekaan pemerintah terhadap realitas kondisi masyarakat, berujung pada kekeliruan penyelesaian masalah ekonomi ini. Rakyat akhirnya menanggung sendiri beban hidupnya, karena ketiadaan peran pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut, adapun kebijakan-kebijakan yang dibuat justru semakin memperburuk keadaan.

Kapitalis telah gagal untuk mensejahterakan rakyatnya.
Melemahnya nilai rupiah adalah bukti gagalmya sistem ekonomi kapitalis yang diemban negara, kalau saja pemerintah mau menerapkan sistem ekonomi islam yakni dengan emas dan peraknya, yang nilainya akan selalu stabil, bukan dengan uang kertas yang semakin lama semakin tidak ada nilainya. Dipastikan rakyat akan sejahtera, tidak sengsara seperti saat ini,
Harusnya pemimpin bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyat karena ia adalah ra'in sekaligus junnah yang wajib melindungi rakyat dari kesengsaraan hidup.

Juga saat rupiah melemah seperti saat ini, selayaknya dijadikan momentum untuk memperkuat nafsiyah kita, semakin mendekat kepada Allah yang maha kaya dan maha pemberi rezeki dengan memperbaiki akidah, memperbanyak istighfar (dzikir), meninggalkan riba, memperbaiki kejujuran, menunaikan zakat, memperbanyak sedekah, serta memperkuat tawakal kepada Allah, karena siapa saja yang bertakwa kepada Allah, Allah akan mencukupi kebutuhannya. 

Melemahnya rupiah tidak akan mengurangi jatah rezeki yang telah Allah tetapkan untuk seorang hamba. Yang sering menjadi masalah bukan sedikitnya rezeki, tetapi hilangnya keberkahan akibat dosa, jangan sampai kondisi ekonomi mendorong seseorang mencari penghasilan haram seperti riba, mencuri, korupsi, manipulasi, judi, atau memakan hak orang lain. 
Seorang muslim tidak boleh kalah oleh keadaan, selama ia bersama Allah, pintu-pintu pertolongan akan selalu terbuka.

Jangan takut kepada nilai rupiah yang melemah, takutlah jika iman kita yang lemah
Karena hakikat musibah bukanlah anjloknya mata uang. Musibah yang sebenarnya adalah ketika hati manusia semakin jauh dari Allah.
Wallahu 'alam bishawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak