Oleh : Umi Zadit Zareen
Kalau ditarik benang merah dari zaman Nabi Ibrahim ke 2026 ini, Idul Adha itu bukan festival sate. Ada makna yang tetap relevan:
Dari Sudut Kisah Nabi bagaimana Kurban itu sendiri, merupakan bukti ketakwaan level tertinggi yang dimiliki seseorang. Konteks pada saat itu : Allah tidak butuh darah Ismail. Yang diuji: nabi Ibrahim, karena sudah 80 tahun mendambakan seorang anak, namun pilihan di berikan untuk memilih antara perasaannya atau perintah yang sudah diberikan.
Nabi Ibrahim lulus karena 3 hal:
1. Taslim – Pasrah total. Tidak pernah ragu bahkan bertanya "kenapa ya Allah".
2.Tawakal – menjalankan perintah meski tidak masuk logika. "Gimana mungkin Tuhan nyuruh bunuh anak?"
3. Tadhiyah – Rela melepas yang paling dicintai demi yang Maha Mencintai.
Pada akhirnya Ismail diganti domba. Artinya: Allah nggak mau nyawa anakmu, hanya mau nyawa egomu. Mampukah melepaskan semua yang dicintai.
Lihatlah bagaimana Allah menjelaskan posisi manusia dalam menjalankan kehidupan, dalam QS. At-Taubah : 111
Artinya:
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Itu adalah janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
Jadi kurban sesungguhnya hari ini:
1. Waktu: totalitas dalam menjalankan waktu dan waktu yang digunakan hanya hal kebaikan bukan hal sia-sia.
2. Harta: bagaimana rezeki harta yang sudah Allah berikan bermanfaat untuk agama di pergunakan dalam hal kebaikan
3. Perasaan: menahan dan mengendalikan hawa nafsu memanglah hal yang sulit namun inilah tantangannya, seperti halnya perintah menutup aurat. Memilih menutup aurat dari pada ikut tren fashion ini merupakan bagian dari ketaatan.
Kalau cuma potong hewan namun tidak memahami makna sesungguhnya, begitu sayangnya alangkah baiknya diiringi dengan muhasabah diri agar bukan hanya hewan yang dikurbankan namun menambah ketaqwaan dan rasa syukur karena mampu berkurban inilah jiwanya seorang muslim.
Dalam QS. Al-Hajj: 37 "Daging & darahnya nggak akan sampai ke Allah. Yang sampai: ketakwaan kalian".
Wallahu a'lam bishawab
Tags
Opini