Razia Kedisiplinan Siswa Sia-sia Tanpa Penanaman Nilai2 Aqliyah dan Nafsiyah Islam




Oleh : zuxy

Razia dipimpin Kasi Trantib Satpol PP berhasil menjaring puluhan siswa SMA dan SMP yang bolos dari sekolah dan sedang nongkrong di warung-warung.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu mengamankan sejumlah pelajar perempuan yang menyamar sebagai laki-laki saat membolos sekolah. 

Mereka kedapatan nongkrong dan merokok di warung pada jam pelajaran berlangsung.

Istilah razia dalam sistem saat ini umumnya digunakan untuk mencari pelanggaran hukum atau peraturan yang dilakukan oleh oknum pelajar, dengan melibatkan aparat seperti Satpol PP atau kepolisian. Namun, upaya tersebut sering kali tidak disertai pembinaan pemahaman aqliyah (pola pikir) dan nafsiyah (pola sikap) Islam, sehingga hasilnya kurang efektif dan cenderung sia-sia.

Akibatnya, para pelajar menjadi mudah terpengaruh oleh pola hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Hal ini terjadi karena sistem yang diterapkan saat ini cenderung memisahkan agama dari kehidupan serta memberikan kebebasan tanpa batas. Dampaknya, terbentuk jati diri yang tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas.

 siswa yang tujuan ke sekolah bukan untuk menuntut ilmu tapi membuat cara agar dirinya bisa membolos, merokok bahkan menyamar sebagai laki-laki.

Islam memandang kebebasan bukan sebagai tanpa batas, melainkan kebebasan yang terikat aturan Allah swt. Justru dalam keterkaitan itulah manusia terlindungi dari kerusakan diri.

Maka, Islam menanamkan aqidah Islam melalui pembentukan pondasi pola berpikir (aqliyah) dan pola sikap (nafsiyah) dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan agar setiap individu mampu menjadikan syariat Islam sebagai standar dalam memahami dan merespons berbagai persoalan hidup.

Bahkan, dalam tataran pendidikan, Islam tidak hanya menekankan aspek akademik semata, tetapi juga pembentukan kepribadian Islam (syakhsiyah islamiyah). Pendidikan dalam Islam diarahkan untuk membentuk individu yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang selaras dengan aqidah Islam. 

Di islam juga mengatur dengan jelas pergaulan antara laki-laki dan perempuan adalah haram. Apalagi di titik menyerupai lawan jenis yaitu haram.

Maka dari situlah sekolah yaitu madrasah pertama untuk belajar harus di tanamkan hal tersebut, sehingga lahir generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia dan berperilaku sesuai syariat. 
 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak