Penyesatan Opini BoP Demi Kepentingan Palestina




Oleh : zuxy

Board of Peace (BoP) belum mencerminkan upaya nyata untuk menciptakan perdamaian. Ia menyoroti dominasi Amerika

Kemanusiaan di Palestina belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Gaza hingga kini masih berada dalam kondisi kehancuran. 

Kita sudah tahu bahwa Board of Peace (BoP) bukanlah strategi yang benar-benar bertujuan menyelamatkan atau menolong Palestina. Meskipun disebut sebagai upaya untuk menciptakan perdamaian, pada kenyataannya banyak pihak menilai bahwa BoP justru menjadi strategi yang berpotensi melemahkan posisi Palestina. Di balik itu, muncul kecurigaan bahwa tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan pihak tertentu, khususnya kaum Zionis Yahudi.

Dalam berbagai forum internasional, termasuk di Dewan Keamanan PBB, AS berkali-kali menggunakan hak veto untuk melindungi Israel dari kecaman dunia atas berbagai pelanggaran hukum internasional yang dilakukannya.

Karena itu, sulit bagi rakyat Palestina untuk percaya bahwa inisiatif yang berasal dari Washington benar-benar bertujuan membela kepentingan mereka. Justru banyak pihak menilai bahwa Board of Peace berpotensi menjadi instrumen politik baru untuk melegitimasi agenda Israel di gaza.

Al-Qur’an mengingatkan bahwa ada pihak yang sangat keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman, sebagaimana disebutkan dalam *QS. Al-Maidah ayat 82*. Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa kerusakan di muka bumi sering dilakukan oleh pihak yang memiliki kekuatan dan kekuasaan, sebagaimana dijelaskan dalam *QS. Al-Maidah ayat 64*. Karena itu, umat Islam perlu bersikap waspada dalam menghadapi berbagai dinamika dan konflik di dunia.

Islam menekankan pentingnya persatuan umat agar memiliki kekuatan untuk melindungi kaum Muslim yang tertindas. Dalam Islam, pemimpin juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan melindungi umat serta wilayahnya dari penindasan dan penjajahan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak bergantung pada kekuatan asing yang dianggap tidak adil, tetapi mencari penyelesaian yang benar-benar berpihak pada keadilan. Selain itu, Islam juga mengajarkan kewajiban untuk menolong orang-orang yang tertindas dan memperjuangkan keadilan. Dengan demikian, perdamaian yang diharapkan adalah perdamaian yang didasarkan pada keadilan yang nyata, bukan perdamaian yang hanya menguntungkan satu pihak saja.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak