Oleh: Najwa Fauziyyah
Mahasiwa Surabaya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 ditargetkan lebih merata, tidak hanya menyasar pelajar tapi juga lansia dan penyandang disabilitas. Hal ini dikonfirmasi oleh pernyataan Menteri Sosial menyatakan bahwa rencana MBG untuk lansia dan disabilitas pada tahun 2026 sudah disetujui oleh Presiden. Anggarannya telah mempersiapkan MBG untuk lansia dan disabilitas pada 2026 dengan total anggaran fantastis yaitu 1,18 triliun per tahun. (bbc.com,12/01/2026).
Dalam laman (detiknews, 04/02/2026), disebutkan bahwa program MBG lansia dan penyandang disabilitas akan dipusatkan di Badan Gizi Nasional. Sedangkan, Kemensos berperan menyiapkan petugas dan sistem distribusi makanan
Menurut data BPS tahun 2025, masih ada lansia usia 70 tahun ke atas yang tinggal seorang diri dengan persentase sebesar 8,75 persen dengan sebagian besar adalah perempuan.
Lansia adalah kelompok rentan dalam segala aspek mulai dari penurunan fungsi fisik, kognitif dan psikologis sehingga mudah terserang penyakit, kurang mampu untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan dasar, rawan merasa kesepian, dan ketergantungan kepada orang lain untuk beraktivitas sehari-hari. Di usia tua, tentunya bukan hanya kebutuhan fisik yang dibutuhkan tapi membutuhkan juga kasih sayang keluarga yang menjadi dukungan terbesarnya.
Inilah paradigma sekuler kapitalis yang tidak menyentuh akar persoalan. Persoalannya, bukan hanya lansia yang tidak bisa makan atau memenuhi kebutuhannya lantas diberikan MBG langsung selesai persoalannya. Tapi persoalannya adalah sistem kapitalisme yang tegak hari ini membuat seluruh kehidupan individu di dalamnya sempit dan serba sulit dalam memenuhi kebutuhannya sendiri ataupun keluarganya. Sistem hari ini menghimpit kehidupan seluruh manusia termasuk lansia. Sehingga, ketika lansia hidup dengan keluarganya pun sulit dalam memenuhi kebutuhan.
Maka, kalau pun diadakan MBG, bukan hanya untuk pelajar ataupun lansia. Harusnya seluruh rakyat dijamin gizinya dengan berbagai mekanisme yang dijalankan dan harus kompleks dari berbagai aspek kehidupan. Membutuh dukungan aspek kebijakan, ekonomi yang mendukung. Negara memiliki peran dalama memastikan kebutuhan setiap individu (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan komunal (kesehatan, keamanan, pendidikan) terpenuhi.
Kapitalisme juga mencetak individu yang tidak berakhlak baik dan tidak memiliki ruhiyah islam sehingga seorang anak tidak peduli dengan orang tua karena menganggap orang tua adalah beban yang harus ditanggung. Meskipun, seorang anak berkecukupan harta pun jika tidak ada kesadaran dalam berbakti, seorang anak yang kaya pun akan tetap tidak mau mengurus orang tuanya. Bahkan individu di dalam masyarakat harus banting tulang dan memikirkan bagaimana dalam memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan harus dipikirkan sendiri dan ketika tidak memiliki dana. Maka, seolah tidak perlu berharap merasakan apa yang diinginkan.
Inilah hasil sistem kehidupan kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga, kehidupan individu, masyarakat maupun negara tidak diatur dengan aturan dari Penciptanya, tapi justru diatur oleh aturan buatan pikiran manusia yang terbatas. Maka, wajar saja jika saat ini individu, masyarakat, maupun negara yang mengatur kehidupan dengan aturan buatan manusia yang dihasilkan hanya kerusakan dan kerusakan.
Sedangkan dalam sistem islam, setiap individu dalam masyakat akan dijamin kebutuhan pokoknya dan komunal oleh negara. Negara akan bertanggung jawab penuh pada kebutuhan dan kemaslahatan rakyat. Begitu juga, dengan laki laki sebagai kepala keluarga sekaligus penjamin nafkah seluruh anggota keluarga akan dimudahkan dalam mencari nafkah, dengan berbagai mekanisme yang diberikan oleh negara dengan adanya pinjaman modal atau bahkan disediakannya lapangan pekerjaan.
Sehingga, ketika menginginkan persolan gizi lansia atau jaminan kehidupan manusia dan seluruh problematika kehidupan selesai. Maka, tidak ada cara lain kecuali kembali pada aturan buatan Pencipta manusia, yaitu Allah SWT. Aturan dari Pencipta manusia inilah yang akan menjamin keberkahan dan kebaikan kehidupan seluruh makhluk. Kembali pada sistem kehidupan islam yang akan memberikan rahmat bagi seluruh rakyat.
Tags
opini