Urgensi Jamaah Dakwah Islam Ideologi sebagai Pilar Pembinaan Generasi dan Kaum Ibu



Oleh: Febrinda Setyo 
Aktivis Mahasiswa 



Saat ini, banyak generasi muda yang terseret arus sekularisasi, baik dalam kehidupan nyata maupun di dunia maya. Sekularisasi merupakan proses pemisahan agama dari kehidupan. Kondisi ini berdampak pada hilangnya jati diri sebagian generasi sebagai muslim yang sejatinya berperan sebagai pelopor perubahan. Tidak hanya menyasar generasi muda, ide ini juga mempengaruhi kehidupan para kaum Ibu. Jika dicermati dengan seksama, kondisi kaum ibu saat ini pun tak kalah memprihatinkan. Banyak diantara mereka yang lebih disibukkan oleh urusan duniawi dibandingkan menjalankan perannya sebagai seorang ibu. Hal ini terlihat dari semakin melemahnya peran mereka sebagai ummun wa rabbatul bayt sekaligus pendidik generasi. Bahkan, kaum Ibu turut menjadi korban sistem kapitalisme yang menitikberatkan kehidupan pada aspek materi semata. 

Tidak dapat dipungkiri, kehidupan saat ini sangat dipengaruhi oleh sistem kapitalisme yang dianut oleh dunia. Sistem kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan dan berorientasi pada materi telah membuat banyak dari kaum Ibu enggan menjalankan peran utamanya sebagai pendidik generasi. Mereka terdorong untuk bekerja di luar rumah dengan alasan agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan gaya hidup masa kini. 

Kondisi ini semakin diperkuat oleh arus konsumsi digital yang terus-menerus dikonsumsi setiap hari. Berbagai konten yang beredar saat ini banyak menampilkan gaya hidup hedon dan materialistis, membentuk standar baru bagi para penggunanya termasuk para ibu tentang makna kebahagiaan. Alhasil, kebahagiaan saat ini diukur dari seberapa banyak materi yang mereka miliki serta sejauh mana mereka mampu memenuhi standar gaya hidup yang berlaku saat ini. 

Digitalisasi yang berada di bawah hegemoni kapitalisme tidak hanya bertujuan untuk kepentingan ekonomi saja, tetapi juga menjadi sarana penyebaran ideologi bathil yang menjauhkan umat dari pemikiran Islam sebagai ideologi. Negara sekuler pun memandang generasi muda dan kaum ibu sebagai objek komersial, sekaligus menjauhkan mereka dari pembekalan Islam secara menyeluruh. Akibatnya, generasi muda dan kaum Ibu dijauhkan dari peran utama mereka dan dibuat terlena dengan kesenangan duniawi. 

Akar permasalahan dari kondisi ini terletak pada penerapan sekularisme dan kapitalisme sebagai paradigma dalam bernegara yang membatasi peran agama hanya pada ranah privat saja. Agama kemudian dipahami sebatas urusan ibadah, kebaikan moral dengan sesama, dan hanya berfokus pada urusan individu tanpa memiliki peran dalam pengaturan kehidupan secara menyeluruh. 


Di tengah derasnya gempuran berbagai ideologi bathil saat ini, keberadaan jamaah dakwah Islam ideologis menjadi sangat penting untuk mengembalikan pola pikir dan cara hidup umat agar kembali sesuai dengan fitrahnya sebagai kaum muslimin. Jamaah dakwah ini memiliki peran strategis dalam membina generasi muda dan kaum Ibu agar memiliki kepribadian Islam yang benar serta memiliki kesiapan untuk memperjuangkan kebangkitan Islam. Semangat dakwah tersebut diperkuat oleh firman Allah dalam Q.S. Ali Imran ayat 104 yang menjadi landasan kewajiban adanya jamaah dakwah Islam dengan visi ideologis dan tujuan perubahan yang bersifat sistemik. 

Dengan semangat Islameraih Ridho Allah, para pengemban dakwah dengan penuh keteguhan menyebarkan pemikiran Islam yang benar sekaligus menggantikan ideologi bathil yang diemban saat ini dengan ideologi Islam Kaffah yang sejatinya mampu menyejahterakan seluruh umat dan menyelamatkan mereka dari berbagai bentuk kezaliman. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, jamaah dakwah ini bertugas untuk membina umat, termasuk kaum ibu dan generasi muda, dengan syariat Islam Kaffah sebagai landasannya guna menyiapkan mereka menjadi pelopor peradaban yang mengemban dan membela Islam. 

Tahap awal metode yang diajarkan Rasulullah adalah pembinaan atau tatsqhif yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan interaksi dengan umat, menyebarkan ide-ide Islam yang benar dan membersihkan umat dari ide-ide batil yang telah diemban selama ini. Saat umat telah kembali pada pemikiran yang shahih, sampailah pada tahap terakhir yakni istilamul hukmi atau penyerahan kekuasaan untuk menerapkan Islam sebagai sistem kehidupan. Dengan diterapkannya sistem Islam di dunia, kehidupan akan berjalan sesuai fitrahnya dan kesejahteraan umat akan tercapai. Dengan semangat ini, mari kita sebagai umat Islam bersatu dalam barisan pengemban dakwah islam ideologis agar persatuan umat Islam segera terealisasi. Wallahu'alam bishawwab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak