Kepemimpinan Berpikir Islam sebagai Kunci Kebangkitan



Oleh Pastri Sokma Sari



Dilansir oleh (idcloudhost.com, 6/4/2025) menyebutkan bahwa digital native adalah individu yang lahir dan tumbuh di era digital. Hal ini mengakibatkan individu sejak usia dini terbiasa berinteraksi dengan teknologi dan mahir menggunakannya dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan media. Generasi ini mulai dari milenial, diikuti Gen Z, dan seterusnya sangat akrab dengan perkembangan dan istilah digital serta cenderung sulit terlepas dari teknologi. Meski umumnya berperan sebagai pengguna, bukan berarti mereka memahami aspek teknis seperti pemrograman atau jaringan, namun kedekatan sejak dini membuat mereka lebih mudah mempelajarinya.
Hal di atas mengakibatkan adanya fenomena ketergantungan pada gadget terutama sebagai sarana mencari hiburan di sosial media. Konsumsi konten-konten pendek atau receh dapat memberikan efek serius bagi pengguna, terutama generasi digital native. 

Sebagaimana dilansir oleh (bkpp.ums.ac.id, 3/9/2025) dijelaskan bahwa “brain rot” bukan diagnosis medis, melainkan istilah yang menggambarkan penurunan fungsi kognitif akibat konsumsi berlebihan konten digital ringan, terutama video pendek di media sosial. Menurut Bayu Suseno, kondisi ini terjadi karena otak terus menerima stimulasi instan berbasis dopamin sehingga melemahkan fokus, berpikir kritis, dan kontrol emosi, serta berkaitan dengan kecanduan teknologi. Fenomena ini banyak dialami generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, dengan dampak pada kemampuan kognitif dan kesehatan mental seperti penurunan atensi, kecemasan, dan gangguan tidur, sehingga perlu dicegah melalui pembatasan waktu layar, pemilihan konten berkualitas, pelatihan berpikir kritis, dan peningkatan aktivitas non-digital.

Kondisi generasi muda saat ini tidak mungkin dilepaskan dari dampak dominasi sistem sekuler-kapitalisme yang menguasai media dan platform digital, menyebarkan nilai-nilai materialistis melalui algoritma yang mengejar kepuasan instan dan viralitas. Sekularisme meminggirkan peran Islam dari ranah publik sehingga standar halal-haram terabaikan, sementara algoritma digital perlahan melemahkan kemampuan berpikir mendalam, tafakur, dan bertadabur. Akibatnya, generasi muda terjebak menjadi objek pasar kapitalisme global, merasa inferior terhadap ajaran Islam, dan kehilangan peran sebagai subjek peradaban. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk berhenti sejenak dari arus viralitas dan mulai berfokus merekonstruksi tsaqafah Islam demi menjaga masa depan generasi dan peradaban Islam. 

Islam tidak menolak teknologi tetapi justru mengaturnya dengan syariat agar menjadi wasilah untuk semakin mendekatkan manusia kepada Allah, memudahkan ibadah, serta menyebarkan dakwah. Tantangan era digital yang toxic dipandang Islam sebagai ladang dakwah, sehingga solusi utamanya bukan menjauhi teknologi, melainkan membangun kepemimpinan berpikir islami (qiyadah fikriyah islamiyah) melalui literasi ideologis berbasis akidah. Kepemimpinan berpikir ini bertujuan membebaskan manusia dari perbudakan konten menuju kemerdekaan berpikir yang dibimbing wahyu dengan penguatan tsaqafah Islam yang melahirkan kesadaran, amal saleh, dan tanggung jawab di hadapan Allah.

Pembentukan kepemimpinan berpikir islami menuntut pendidikan Islam yang sistemis melalui keluarga, sekolah, dan negara dengan seperangkat aturan dan kekuasaan yang dimilikinya. Upaya tersebut juga perlu disertai aktivitas dakwah ideologis yang intensif di kalangan generasi muda. Sejarah membuktikan bahwa generasi terbaik lahir dari pembinaan Islam kaffah, sebagaimana para sahabat Nabi saw. dan generasi ulama serta ilmuwan muslim yang unggul dalam tsaqafah Islam, sains, dan kepemimpinan peradaban. Dengan tsaqafah Islam yang matang, generasi muda akan memiliki benteng ketakwaan, identitas yang kokoh, serta kemampuan mengelola teknologi sebagai tuan, bukan budak, demi kebangkitan dan kemuliaan Islam. Pembinaan harus dilakukan oleh partai politik Islam ideologis karena kebangkitan berpikir saja tidak cukup kalau tidak mengambil ide yang sahih.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak