Oleh Annida K. Ummah
(Tangerang)
Masalah Palestina tak kunjung usai. Meski sudah dilakukan beberapa upaya, nampaknya belum membuahkan pembebasan untuk Palestina termasuk upaya damai.
Hal ini terlihat dalam berita yang dilansir oleh AntaraNews.com bahwa kabinet keamanan Israel pada minggu menyetujui pembangunan permukiman baru, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB pada 2016 yang memerintahkan Israel untuk menghentikan kegiatan pembangunan permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.
Kementerian Luar Negeri Chile pada Jumat mengecam keputusan Israel untuk mendirikan 19 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, sehingga merusak upaya untuk mengamankan perdamaian yang adil. (Antaranews.com, 27/12/25)
Selain itu, kelompok pemukim ilegal Israel kembali melancarkan serangan terhadap aset ekonomi warga Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki, Jumat (26/12) dini hari waktu setempat. Dalam aksi sewenang-wenang tersebut, para penyerang menganiaya pekerja Palestina dan mencuri sedikitnya 150 ekor domba peternakan warga Tepi Barat.
Kota Deir Dibwan tercatat sering menjadi sasaran serangan ekstremis pemukim ilegal Israel. Serangan-serangan warga Negeri Zionis sebelumnya meliputi pencurian ternak, pembakaran kendaraan dan toko, hingga penganiayaan fisik terhadap warga sipil Palestina.
Data dari komisi resmi Colonization and Wall Resistance Commission menunjukkan tren kekerasan yang kian mengkhawatirkan. Sepanjang November lalu saja, tercatat ada 621 serangan yang dilakukan pemukim ilegal Israel terhadap warga dan properti Palestina di Tepi Barat. Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk memaksa warga Palestina meninggalkan tanah mereka. (CnnIndonesia.com, 26/12/25)
Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Sabtu, mengutuk pengakuan Israel atas wilayah Somaliland sebagai negara merdeka, dan menggambarkannya sebagai pelanggaran kedaulatan, persatuan nasional, dan integritas teritorial Republik Federal Somalia. (AntaraNews.com, 27/12/25)
Berdasarkan fakta-fakta di atas, kita tahu bahwa Israel terus melakukan upaya-upaya mengambil tanah Palestina seperti mendirikan permukiman baru meski dilarang, menyerang aset ekonomi rakyat Palestina, hingga penganiayaan fisik warga sipil Palestina.
Mereka seolah lupa bahwa telah melakukan hal-hal yang lebih tidak manusiawi seperti genosida, pelaparan Gaza, juga serangan pasca gencatan senjata.
Solusi dua negara, 20 poin Trump, gencatan senjata adalah konspirasi jahat untuk menguasai Palestina. Mereka memang menempuh segala cara untuk merampas dan menguasai seluruh wilayah Palestina.
Israel menunjukkan sikap arogansinya untuk memimpin serta mendominasi politik dan ekonomi dunia. Dendam dan kebencian Israel terhadap Islam dan umat Islam nyata terus berlanjut. Berbagai upaya telah dilakukan namun nampaknya dunia tidak memiliki kemampuan untuk menghalangi tindak jahat Zionis Israel. Mereka terus membabi buta melakukan kerusakan di muka bumi termasuk genosida Gaza/ Palestina.
Sifat jahat Israel yang selalu berbuat kerusakan di muka bumi sudah dikabarkan Allah SWT dalam Alqur'an.
وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا
"Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: 'Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." (Q.S Al-Isra' ayat 4)
Umat Islam harus mengikuti perintah Allah SWT untuk tidak wala' (setia) kepada orang kafir, Yahudi, dan nasrani.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُوْدَ وَالنَّصٰرٰٓى اَوْلِيَاۤءَ ۘ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ٥١
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Q.S. Al-Maidah ayat 51)
Dalam siroh Nabawiyah dijelaskan tentang bagaimana Rasulullah Muhammad SAW bersikap tegas terhadap orang-orang Yahudi.
Rasulullah SAW bertindak tegas ketika suku-suku Yahudi di Madinah melanggar kesepakatan dalam Piagam Madinah. Seperti Bani Nadir diusir dari Madinah setelah terbukti melakukan upaya pembunuhan terhadap Rasulullah SAW. Lalu Bani Quraizhah diberikan tindakan militer yang sangat keras setelah berkhianat dan membantu pasukan musuh selama Perang Khandaq (Ahzab). Selanjutnya pada perang Khaibar (7 H / 629 M) Rasulullah mengambil inisiatif menyerang Khaibar untuk melumpuhkan pusat provokasi Yahudi yang terus menggalang kekuatan militer guna menyerbu Madinah.
Demikian sikap tegas Rasulullah SAW selaku pemimpin negara (khalifah). Namun hari ini tidak ada satu kepala negara pun, termasuk di negeri-negeri Islam, yang mampu bersikap tegas terhadap Israel. Hanya pemimpin Islam sejati (khalifah Islam) yang bisa membungkam arogansi Israel untuk menguasai dunia dan berbuat kerusakan/kejahatan di muka bumi. Dengannya kebebasan Palestina dapat terealisasi. Wallahu a'lam bi Ash showwab[]
Tags
opini
