Oleh: Nailizi
Bulan Rajab kembali menyapa umat Islam, membawa satu peristiwa agung yang sarat maknanya. Peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw. Peristiwa ini kerap diperingati sebagai perjalanan spiritual Rasulullah saw., namun sayangnya sering berhenti pada aspek seremonial dan ritual semata. Padahal, peristiwa Isra' Mi'raj ini menyimpan pesan ideologis yang sangat mendalam, yaitu berupa penegasan bahwasanya hukum Allah berasal dari langit untuk ditegakkan di bumi.
Peristiwa Isra' Mi'raj adalah satu-satunya peristiwa dimana Rasulullah saw. menerima perintah langsung dari Allah swt. tanpa perantara, yaitu Wahyu tentang kewajiban solat lima waktu.
Rajab sebagai bulan mulia sejatinya menjadi momentum muhasabah umat. Apakah hukum Allah masih menjadi rujukan dalam kehidupan, atau justru telah tersingkir oleh sistem buatan manusia? Realitas hari ini menunjukkan bahwa banyak aspek kehidupan umat Islam diatur oleh hukum sekuler kapitalisme, sebuah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan dan menjadikan materi sebagai orientasi utama dalam kehidupannya.
Berbeda dengan sistem Islam. Islam akan hadir sebagai sistem hidup yang menyeluruh. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah saja, tetapi juga hubungan antar manusia dan alam kehidupan.
Peristiwa Isra' Mi'raj dapat membumikan kembali hukum Allah dari langit. Dengan keberanian umat Islam untuk menolak dominasi hukum sekuler kapitalisme, dan mengembalikan syariat Islam sebagai standar kehidupan. Ini bukan sekadar tuntutan spiritual, melainkan konsekuensi keimanan. Allah swt. memerintahkan kaum beriman untuk masuk ke dalam Islam secara menyeluruh, bukan parsial.
Isra' Mi'raj mengajarkan kepada kita bahwasanya kebangkitan umat tidak akan lahir dengan cara kompromi dengan sistem yang bertentangan dengan Wahyu yang telah di sampaikan Allah pada Rasulullah. Melainkan Kebangkitan hanya akan terwujud ketika umat Islam kembali bahwa hukum Allah sebagai solusi kehidupan.
Rajab dan Isra' Mi'raj ini seharusnya menjadi titik balik kesadaran umat. Dari sekadar memperingati peristiwa ini, lalu menuju memahami peristiwa ini, sampai memperjuangkannya.
Wallahu a'lam bis shawwab
Tags
opini