Palestina masih Menderita. Kapan Ujungnya?

Oleh: Febrinda Setyo 
Aktivis Mahasiswi 



Sampai hari ini, serangan, pembunuhan, serta pencaplokan wilayah Palestina terus dilakukan oleh rezim Israel laknatullah. Berbagai bentuk kebrutalan dilancarkan secara sistematis dengan tujuan menghabiskan penduduk Palestina sekaligus memperluas wilayah pendudukan Israel di Palestina. Kekejaman tersebut tidak hanya menyasar kelompok tertentu seperti yang selalu mereka aruskan, melainkan ke seluruh warga sipil tanpa pengecualian, termasuk anak-anak dan perempuan yang seharusnya dilindungi dalam situasi konflik.

Menurut laporan dari pejabat Kesehatan Palestina, tentara militer Israel secara sengaja menargetkan tenda-tenda pengungsi yang menjadi tempat berlindung warga sipil. Tak hanya itu, mereka juga menyerang rumah-rumah penduduk dan fasilitas umum yakni Kesehatan dan pendidikan seperti sekolah-sekolah dan rumah sakit di wilayah Gaza. Serangan ini tidak terjadi di satu wilayah saja, melainkan merata di berbagai wilayah Palestina sehingga menimbulkan banyak korban jiwa dari kalangan rakyat sipil.

Tak berhenti di situ, tentara Israel juga melancarkan serangan besar-besaran di wilayah barat laut Kota Gaza serta kawasan timur Khan Younis. Serangan yang bertubi-tubi di wilayah-wilayah tersebut semakin memperparah kondisi kemanusiaan dan menambah penderitaan warga Palestina. Hingga saat ini, serangan Israel terus berlanjut dan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 425 warga Palestina, serta menyebabkan setidaknya 1.206 orang lainnya mengalami luka-luka. Hal ini merupakan sebuah pelanggaran kemanusiaan yang sangat serius. Terlebih, saat ini Palestina dan Israel sedang dalam masa gencatan senjata yang mengharuskan Israel untuk menghentikan seluruh serangan ke Palestina. Namun kenyataannya, kesepakatan tersebut terus dilanggar, membuat rakyat Palestina tak henti-hentinya menjadi korban keserakahan Israel.

Situasi ini tidak akan pernah sampai pada titik akhir selama Israel masih tetap eksis, baik keberadaannya diakui maupun tidak oleh dunia international. Israel akan menggunakan segala cara demi mengupayakan realisasi cita-citanya yakni membangun negara israel raya dan serta memperluas pengaruhnya dalam tatanan politik-ekonomi global. Sementara itu, negara-negara lain hanya mampu bertindak terbatas pada sikap normative saja, seperti mengecam dan memohon agar israel mau membuka akses ke wilayah Palestina demi penyaluran bantuan kemanusiaan. Tentu saja langkah ini bukanlah Langkah yang efektif dan belum memadai untuk menyelamatkan warga Palestina dari penderitaan. Selama tidak ada negara yang benar-benar memiliki kekuatan dan keberanian untuk mengerahkan militer mereka untuk membantu Palestina mengusir israel, maka israel dengan percaya diri akan terus melancarkan serangan ke wilayah Palestina.

Di tengah penderitaan Palestina yang tiada ujung, penguasa negeri-negeri muslim hanya diam dan tak berkutik. Sebagian justru gencar melakukan perjanjian kerja sama dengan Amerika. Penghianatan yang dilakukan oleh para pemimpin muslim ini harus segera dihentikan. Umat harus senantiasa mengobarkan semangat persatuan demi membangkitkan kesadaran seluruh kaum muslim bahwa kita harus bersatu di bawah naungan kepemimpinan Islam. Seluruh umat harus yakin bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan saudara di Palestina adalah dengan mengembalikan kembali negara adidaya Islam yakni Khilafah Islam yang mampu menjadi Junnah atau pelindung seluruh masyarakat. Umat harus bersama-sama saling mendorong dan menguatkan dalam perjuangan menegakkan Khilafah islam di kalangan umat islam sendiri maupun dunia global. Mengingat bahwa Palestina merupakan tanah milik umat Islam, maka umat harus semangat dalam perjuangan merebutnya Kembali dari cengkraman kekejaman Israel.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak