Krisis Pandangan Hidup

Oleh. Maftucha S. Pd
(Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam) 



Apa yang tidak ditemukan di Indonesia? Semua ada, mulai dari masakan sederhana seperti singkong hingga spaghetti-pun ada. Gunung emas, tambang batubara, nikel hingga gas-pun ada.

Sebaliknya, kita juga akan menemukan berbagai masalah yang semuanya ada di Indonesia. Kemiskinan, pengangguran, hingga pembunuhan baik yang terjadi antar elit politik maupun antar rakyat. Korbannya juga tak terhingga dari orang dewasa hingga anak-anak. 

Skandal elit politik juga ada. Korupsi, suap, jual beli UU, dan kebijakan. Rakyatnya terjebak tawuran, judol, pinjol, game online, dan seterusnya. Satu kata yang pantas yakni memilukan. 

Masalah Klasik

Sejatinya seluruh permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah permasalahan manusia secara global pada saat ini. Kerusakan yang bersifat multidimensi ini menimpa manusia akibat satu kesalahan fatal yakni disorientasi pandangan hidup manusia secara keseluruhan. 

Masalah klasik ini akan terus terjadi di permukaan bumi selama manusia salah dalam menentukan arah pandang hidup mereka. Jika bukan dia yang menjadi pelaku maka dia yang akan menjadi korban. 

Secara global permasalahan ini jauh lebih kompleks. Kemiskinan, krisis ekonomi, penjajahan kepada negeri-negeri miskin selalu muncul dan berulang. Tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini secara tuntas kecuali apabila manusia telah menemukan tujuan mereka hidup di dunia ini.
 
Pandangan Hidup Sistem Kapitalisme 

Sistem kapitalisme adalah sebuah pandangan hidup yang mengajarkan kepada manusia bahwa semua tindakan manusia bebas. Bebas dalam bertingkah laku, berbicara, beragama, dan bebas memiliki sesuatu. 

Kebebasan ini bersumber dari sebuah pemikiran bahwa nilai-nilai kehidupan harua bebas dari peran agama atau agama dipisahkan dari aturan kehidupan. Agama hanya berlaku dalam lingkup individu seperti ibadah. Selain ibadah manusia bebas menentukan aturan sendiri. 

Maka sistem kapitalisme telah menyiapkan seperangkat aturan buatan mereka sendiri untuk mengatur ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, dan seterusnya. Maka kita mengenal sistem ekonomi kapitalis yang hingga detik ini telah diterapkan hampir diseluruh dunia. Dalam hal ini AS adalah pelopor sekaligus yang mempropagandakan sistem ini ke seluruh dunia. 

Ketimpangan Sistem Kapitalisme 

Akibat dari pandangan hidup yang bebas ini, sistem kapitalisme telah membawa petaka bagi umat manusia, utamanya adalah umat Islam. Hal ini karena sesungguhnya umat Islam memiliki pandangan hidup yang bertolak belakang dengan sistem kapitalisme. 

Sistem ekonomi kapitalisme telah menciptakan jurang kemiskinan yang begitu lebar dan terus menelan korban. Hal ini karena sistem ekonomi kapitalisme membebaskan siapa saja untuk memiliki sumber kekayaan yang sebenarnya itu adalah hak bagi rakyat. 

Pengusaha alias orang kaya bisa dengan mudah menguasai tambang emas, batubara, tambang minyak, bahkan hutan yang fungsinya adalah untuk resapan dan milik masyarakat secara keseluruhan bisa dengan mudah digunduli dan berubah menjadi lahan sawit. Siapa pemilik lahan tersebut? Tentu saja pengusaha. 

Kekayaan alam yang seharusnya milik umum ini akhirnya dieksploitasi habis-habisan oleh segelintir orang, mereka mendapatkan pundi-pundi harta kekayaan dengan mudah, sedangkan rakyatnya menderita. Inilah salah satu dari nestapa yang diciptakan oleh sistem kepitalisme. 

Disorientasi Pandangan Hidup Penguasa

Pandangan hidup yang diemban oleh sistem kapitalisme menjadikan kekuasaan sebagai sebuah pekerjaan atau jabatan. Mereka berlomba-lomba mengejar kekuasaan agar kesejahteraan tercapai. Ironinya pemilu dalam sistem kapitalisme membutuhkan biaya yang mahal, jadi agar tercapai tujuannya ini mereka menggandeng para pengusaha yang akan membiayai seluruh kebutuhan kampanye mereka. 

Akibatnya, setelah menjabat para pengusaha ini akan meminta imbalan modal mereka dengan berbagai kebijakan yang bisa menguntungkan mereka. Sungguh fakta ini telah banyak kita dapatkan dikehidupan kita saat ini. Siapa saja yang berusaha menghalangi maka akan disingkirkan. 

Pandangan Hidup Sistem Islam. 

Jika kapitalisme menjadikan kebebasan sebagai asas, maka sebaliknya dengan Islam. Islam memiliki pandangan hidup bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt. selain itu Allah juga memberikan seperangkat aturan kepada manusia untuk menjalani kehidupan ini. 

Kebutuhan akan aturan dari Allah Swt. ini karena memang sifat manusia yang memiliki kekurangan. Manusia tidak akan mampu mengatur urusam kehidupan ini yang begitu kompleks. Kalaupun bisa membuat aturan hasilnya pasti akan penuh dengan keterbatasan hingga akhirnya melahirkan kerusakan. 

Islam mengajarkan bahwa segala yang dilakukan oleh manusia akan dimintai pertanggungjawaban sehingga akan melahirkan sikap amanah. Kekuasaan bukan jabatan, melainkan amanah untuk melaksanakan tanggung jawabnya kepada manusia yang dia pimpin. 

Pemimpin yang amanah akan menjalankan kekuasaannya sesuai dengan bagaimana Islam mengatur. Islam memiliki aturan dalam hal ekonomi, politik (dalam dan luar negeri), pendidikan, kesehatan, keamanan, sosial, dan seterusnya. 

Dalam hal mengatur kekayaan Islam masyhur dengan konsep tiga kepemilikannya, yakni kepemilikan individu, umum, dan kepemilikan negara. Konsep ini digadang-gadang bisa menjadi solusi atas kesenjangan ekonomi yang saat ini terjadi. 

Konsep ini melarang kepemilikan umum dikuasai individu. Hutan, laut, tambang, minyak bumi haram dimiliki oleh individu. Semuanya harus dikelola oleh negara dan hasilnya diperuntukkan bagi masyarakat. 

Hal ini sebagaimana hadis dari Abu Dawud dan Ahmad bahwa: "Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal": air, padang rumput, dan api." (H.R Abu Dawud, Ahmad)

Pandangan hidup yang lahir dari akidah Islam ini akan melahirkan pemimpin yang amanah. Mereka tidak akan menjual harta rakyat hanya demi untuk menyenangkan segelintir orang, mereka juga akan menjaga keseimbangan alam ini dengan tidak melakukan tindakan eksplorasi yang berlebihan. 

Hanya Islam yang mampu mewujudkan kehidupan yang sejahtera, membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia. Wallahu a'lam bishawab. []

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak