Oleh Siti Aminah aktivitas muslimah kota Malang
Rajab dan Isra' Mikraj diperingati secara istimewa oleh umat Islam sekadar tentang perjalanan nabi Muhammad SAW ke langit dan turunnya perintah shalat.
Setelah peristiwa isra' mikraj yang tidak lama kemudian diikuti dg momen baiat aqabah 2 , Baiat Aqabah 2 adalah perjanjian atau ikrar yang dilakukan oleh 70 orang dari suku Aus dan Khazraj dari Madinah dengan Nabi Muhammad SAW di Aqabah, sebuah tempat di dekat Makkah, pada tahun ke-13 kenabian (622 M).
Baiat Aqabah 2 juga dikenal sebagai Baiat Perang, karena dalam perjanjian ini, kaum Anshar (penduduk Madinah) berjanji untuk membela Nabi Muhammad SAW dan umat Islam dari segala bentuk ancaman dan serangan, serta siap berperang untuk membela agama Islam.
Isi Baiat Aqabah 2 adalah sebagai berikut:
Pertama,mendengar dan taat kepada Nabi Muhammad SAW dalam segala hal, baik dalam keadaan senang maupun susah.
Kedua, Membela Nabi Muhammad SAW dan umat Islam dari segala bentuk ancaman dan serangan.
Ketiga, Melakukan amar ma'ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran).
Keempat,Siap berperang untuk membela agama Islam.
Baiat Aqabah 2 merupakan titik balik penting dalam sejarah Islam, karena dengan perjanjian ini, Nabi Muhammad SAW mendapatkan dukungan dan perlindungan dari kaum Anshar, yang kemudian menjadi dasar bagi hijrahnya Nabi ke Madinah dan berdirinya daulah Islam di Madinah.
Isra' mikraj bukanlah sekadar momentum spiritual, tapi juga gerbang menuju perubahan politik umat secara ideologis, Islam tidak sekedar agama ritual seperti agama lainnya tapi IsIam adalah negara khilafah yang mengatur segala aspek kehidupan yang aturan yang diterapkan dalam negara adalah aturan yang berasal dari Allah, dan negara itu berjaya selama 13 abad lamanya.
Pasca runtuhnya Khilafah, selama 105 tahun umat Islam tidak bisa menerapkan hukum dari langit (syariat Islam) secara kafah di seluruh penjuru bumi.
Saat ini hikmah Isra' Mi'raj baru dimaknai sebagai perintah ibadah shalat sebagai ibadah mahdhah semata. Padahal, shalat adalah kinayah yg dipakai dalam hadits larangan memerangi Imam selama masih menegakkan Shalat, yang makna menegakkan shalat adalah menegakkan hukum Allah.
Umat belum menyadari bahwa ditetapkannya sistem sekuler demokrasi secara global adalah penentangan terhadap hukum dari langit (hukum Allah)
Di tinggalkannya syariat Islam akan membawa bencana politik ekonomi struktural, bencana sosial kemanusiaan dan bencana alam.
Runtuhnya Khilafah 105 tahun yang lalu adalah bencana besar bagi umat. Setelahnya, dunia menderita di bawah kepemimpinan kapitalisme global. Maka menegakkan kembali kepemimpinan Islam atas dunia menjadi urgen.
Rajab dan Isra' Mi'raj, momen membumikan kembali hukum Allah dari langit, yaitu dengan cara mencampakkan hukum sekuler kapitalisme dan menegakkan syariat Islam Kafah.
Penjajahan di Palestina, tempat perjalanan Isra' Mikraj Rasulullah saw yang telah jatuh di tangan entitas Yahudi harus dibebaskan. Demikian juga negeri-negeri muslim yang terpecah belah harus disatukan. Kezaliman penguasa kafir pada minoritas muslim di Rohingya, Uighur, India, Rusia, Filipina selatan harus dihentikan.
Menyerukan kepada tentara muslim untuk membebaskan Palestina dan menegakkan Khilafah Rasyidah.
Umat Islam, umat Rasulullah, umat Khulafaur Rasyidin, cucu Al Mu'tasim, cucu Sholahudin Al Ayubi, cucu Al Fatih, cucu Khalifah Salim III, cucu Abdul Hamid, cucu Khalifah, pasti mampu mengembalikan kemuliaan Islam. Tegaknya Khilafah Islam akan mengembalikan kemuliaan Islam dan kemuliaan umat Islam.
Partai Islam ideologis terus berjuang siang dan malam, dengan sungguh-sungguh memimpin dan membimbing umat agar dapat melanjutkan kehidupan Islam.
Menegakkan Khilafah adalah perjuangan pokok, agung, penting dan vital. Umat harus segera menyambut perjuangan menegakkan Khilafah.
Tags
opini