Oleh : Salis F Rohmah
Tahun telah berganti. Namun realita kehidupan pun semakin dibuat ngeri. Tidak hanya kondisi di negeri ini tapi secara umum fakta dunia hari ini. Dunia di bawah kepemimpinan Amerika Serikat dengan ideologi kapitalismenya menyisakan luka yang mendalam dari tahun ke tahun. Hingga membuat kita bertanya akankah keadilan dan kesejahteraan hanya berhenti pada angan?
Betapa banyak kaum muslim di berbagai negeri masih saja terjajah. Beberapa bahkan harus berjuang untuk mempertahankan hidup di negerinya sendiri. Seperti kondisi Gaza. Harus berapa tahun lagi sehingga Gaza bisa hidup merdeka tanpa intervensi. Nyatanya, Amerika sebagai polisi dunia hari ini justru memberi tempat bagi penjajah Israel untuk melanggengkan genosida yang dilakukan. Kaum muslim semakin dilemahkan. Tidak hanya secara fisik namun juga pemikirannya. Umat digerogoti pemikiran sekuler sehingga tidak berani muncul sebagai kekuatan baru dengan ideologi Islamnya.
Alam pun tak lepas menjadi korban keserakahan kapitalisme global. Sifatnya yang rakus hingga membuat alam marah hingga mendatankan bencana ekologis. Lagi-lagi, hal ini membuat kondisi masyarakat semakin lemah bahkan hancur. Belum lagi rezim sekuler kapitalis yang tidak mau bertanggung jawab atas tata kelola amburadul yang dilakukan. Sungguh rezim yang ada justru tengah melayani kepentingan kapitalis untuk tetap bisa mengeruk kekayaan alam.
Dunia juga dipertontonkan arogansi Amerika dengan melakukan serangan dan ancaman di berbagai negara. Terakhir kali yang membuat heboh, secara terang-terangan Amerika menangkap presiden Venezuela beserta istrinya. Videonya beredar luas di media sosial. Seolah memperlihatkan kuasa negara adidaya, sekalipun dugaan yang disampaikan kerap kali tak pernah terbukti. Keamanan dunia menjadi omong kosong semata, jika regulasi bahkan tatanan hukum internasional bisa mudah ditabrak oleh kepentingan sepihak. Kecaman dunia pun tidak mampu menghalangi kebengisan mereka.
Sejatinya kapitalisme salah dan merusak dari awal terbentuknya. Apalagi paradigma sekulerisme yang menyesatkan dan banyak celah untuk berebut kepentingan. Regulasi dan pengaturan yang ada hanya akan mengutamakan kepentingan para penguasa yang bermodal besar. Kedzaliman akan semakin menganga. Akhirnya ideologi ini hanya akan merusak sendi kehidupan umat mulai dari akidah, akhlak, sosial, ekonomi, pendidikan, politik dan bernegara.
Ideologi harus dilawan dengan ideologi. Hegemoni kapitalisme oleh Amerika Serikat hanya akan dapat dilawan dengan Islam sebagai ideologi. Ya, Islam adalah konsep sempurna yang datang melalui wahyu dan pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Kepemimpinan Islam untuk menyatukan umat muslim akan mampu head to head dengan hegemoni kapitalis global.
Sungguh, hanya dengan pengaturan Islam secara kaffah sebagaimana contoh Rasul adalah harapan mengembalikan tatanan kehidupan yang berkeadilan dan mensejahterakan. Islam dalam naungan khilafah Islam secara empiris telah melindungi tak hanya kaum muslim tapi juga manusia seluruhnya tanpa melihat agamanya. Dengan demikian Islam rahmatan Lil 'alamin akan benar-benar terwujud.
Tags
opini