Ibu dan Generasi Menjadi Pelopor Perubahan.

  Oleh Zahrul Hayati.



Fenomena generasi muda dinegeri ini makin hari makin memperhatikan.
Kasus-kasus kerusakan moral menjadi berita harian yang mengerikan. Kehidupan generasi semakin liberal, makin kebal nasihat dan makin jauh dari Islam. Ketergantungan terhadap narkoba, kriminalitas remaja, pergaulan bebas, tauran, penyimpangan seksual, mental sickness hingga angka kematian bunuh diri yang semakin tinggi adalah gejala-gejala kemerosotan moral. Walhasil, generasi muslim semakin sekuler, liberal, dan jauh dari cita-cita qurrota a'yun lil muttaqiina imama.

Selain itu, serangan digital yang masif, mengakibatkan generasi makin jauh dari nilai-nilai agama. Kerja algoritma yang membahayakan, platform digital yang tidak ramah, dan tayangan yang tak berfaedah dan bebas, menjadikan generasi tidak memiliki kepribadian Islam.

Kondisi ibu tak kalah memperihatinkan, dilihat dari degradasi peran mereka sebagai ummun wa rabbatul bayt dan pendidik generasi, mereka menjadi korban sistem kapitalisme sekularisme.

Penerapan sistem ekonomi Kapitalisme membuat peran perempuan makin berat. Mereka dipaksa untuk keluar rumah demi kontribusi finansial. Di sisi  lain, fitrah seorang ibu tidak mungkin ditinggalkan mengakibatkan seorang perempuan memiliki peran ganda yang sungguh melelahkan. Mereka dipaksa melakukan peran sebagai mesin pencetak uang dan pengurus rumah tangga.

Disisi lain gempuran tayangan dan informasi yang makin liberal, semakin mudah di akses oleh generasi kita, ditiru dan menjadi viral. Perhatian pemerintah atas moral generasi semakin sulit kita harapkan karena kebijakan Sekuler Kapitalistik. Harapan akan kebijakan yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kian pupus. Sementara gempuran arus moderasi beragama kian deras mengalir ke generasi kita melalui berbagai lini, terutama lembaga pendidikan baik di sekolah, pesantren dan perguruan tinggi.


Sekularisme-Kapitalisme Melahirkan Kerusakan.

Maka, jika kita saksikan potret pemuda muslim negeri ini sekarang sungguh luar biasa, mereka sedang tidak baik-baik saja didalam jiwa dan akal pikirannya. Hal ini juga menjadikan pemuda terjerumus ke dalam pergaulan bebas, kriminalitas dan tidak punya tujuan hidup yang sesungguhnya.

Makin banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemuda, menggambarkan ada yang salah dalam sistem kehidupan saat ini. Mulai dari gagalnya sistem pendidikan anak didik yang beriman bertakwa dan berakhlak mulia, lemahnya peran keluarga dalam meletakkan dasar perilaku terpuji hingga rusaknya masyarakat. Semua itu adalah buah dari kehidupan yang berdasar sekulerisme, yang menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu. Islam menjadikan  akidah Islam sebagai asas seluruh aspek kehidupan, sehingga menyadari dunia adalah tempat menanam kebaikan untuk dipanen di akhirat kelak. Hal ini akan menjaga setiap individu untuk selalu menjaga perilaku sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Islam juga mewajibkan masyarakat dan negara sebagai pilar yang menjaga umat selalu dalam kebaikan.

Maka buanglah jauh-jauh sekulerisme. Pahami, terapkan, dan dakwahkan Islam! Agar pemuda kembali memeluk agamanya yang selamatkan ia didunia dan akhirat.

Jika kita berjalan mengikuti syari'atnya Allah, berjalan mengikuti perintah Rasul-Nya, maka keberkahan dan kebaikan itu pasti akan datang.


Ibu Ideologis akan Menyiapkan Generasi Pelopor Perubahan.

Generasi muda adalah tonggak peradaban masa depan. Menyiapkannya menjadi calon pemimpin umat manusia menjadi tugas bersama kita. Khususnya generasi Muslim yang menjadi amanah bagi kita dengan bonus demografi 2030 nanti. Para pemuda sejatinya agen perubahan generasi masa depan. Tidak ada perubahan tanpa dengannya Islam.

Kaum Muslim harus mempersiapkan generasi penerus dengan pemikiran Islam yang kaffah, membangun akidah yang kokoh, serta mendakwahkan Islam sebagai satu-satunya solusi hakiki bagi umat manusia. Generasi tersebut harus lahir dari rumah-rumah para pendakwah yang ikhlas mendedikasikan dirinya untuk Islam dan kaum Muslim.

Jika umat ingin menyelamatkan generasi muda muslim, dan ingin  merasakan hidup bahagia penuh berkah satu-satunya cara adalah dengan mencampakkan sistem sekuler kapitalis neo liberal yang jahiliah, dan beralihlah menuju sistem Islam  kaffah yang berasal dari wahyu Allah Swt.
Tidak ada kebangkitan, tanpa dengannya islam. Lantas tidakkah kita rindu dengan kehidupan yang menerapkan Islam secara komprehensif?
Wallahu a'lam bis showaab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak