Game Online Merusak Generasi


Oleh Atin Noer


 
Sungguh sangat miris yang terjadi di Medan, seorang anak yang berusia 12 tahun membunuh ibu kandungnya dengan 26 tusukan, pembunuhan itu dilakukan karena anak merasa emosi dan sakit hati game online dihapus oleh ibunya. Begitu juga ada kasus di Batam anak SMP mengancam akan meledakan bom sekolah yang termotivasi dari game. Di sejumlah daerah masih banyak kasus kekerasan bahkan pembunuhan yang dilakukan anak akibat kecanduan game. Kenapa ini bisa terjadi pada anak-anak? Salah satu penyebabnya yaitu saat ini maraknya game online yang mengandung kekerasan bebas dan mudah untuk diakses anak-anak sehingga berpengaruh pada emosi dan kesehatan mental.
  
Platfrom digital tidak netral, karena faktanya banyaknya game online yang mengandung nilai dan ajaran yang merusak cara pandang generasi saat ini. Kekerasan, balas dendam, pembunuhan ketika ini dipandang sebagai komoditas hiburan bukan sebagai penyimpangan atau kriminal sehingga perbuatan ini menjadi suatu kewajaran. Tetapi sejatinya anak-anak yang masih dalam pembentukan karakter dan emosi, mengakibatkan banyak anak-anak yang terinspirasi dari game online. Ruang digital dimanfaatkan oleh kapitalisme untuk meraih tujuannya yaitu materi, untuk mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kerusakan generasi (kehilangan akal, jiwa, ketenangan) dan kehidupan manusia.

Kerusakan generasi saat ini membuktikan telah gagalnya negara melindungi generasi. Negara telah lalai  dalam menyaring dan membatasi game dan konten kekerasan. Bahkan negara telah memberikan ruang kebebasan pasar digital termasuk game dan konten bagi kapitalisme. 

Berbeda dengan cara pandang Islam yang memandang negara adalah raa'in (pelayan) yang  memberikan penjagaan dan perlindungan bagi generasi dari kerusakan dan kekerasan. Negara berkewajiban menjaga akal, jiwa dan akhlak generasi dari kerusakan. Tidak memberikan kebebasan dalam ruang digital. Ruang digital dijadikan sarana pembinaan dan pembangun peradaban mulia. Islam memberikan mekanisme perlindungan generasi dengan tiga pilar: membentuk ketakwaan individu, kontrol masyarakat melalui amar ma'ruf nahi munkar, perlindungan negara melalui penerapan sistem dalam pendidikan, ekonomi, politik, pergaulan dan budaya Islam. Dengan adanya kontrol dari negara maka generasi akan terlindungi dari kerusakan dan dampak buruk game online.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak