Urgensi Dakwah Islam Ideologis Menjadi Pelopor Perubahan.

Oleh Heli Setiyawati




Umat Islam saat ini masih banyak yang mengambil nilai-nilai sekularisme dalam kehidupannya, hal tersebut di karenakan jauhnya umat islam dari ajaran agama Islam dan pemikiran Islam yang kaffah. Sekularisasi pemuda baik di dunia nyata maupun digital menyebabkan generasi kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim dan pelopor perubahan.

 Generasi muda terjebak dalam kehidupan yang hedonis, materialistis, pergaulan bebas, kekerasan termasuk bullying, miras, narkoba budaya FOMO dan sebagainnya. Begtu lekat dengan generasi muda, mereka juga menciptakan standar kebahagiaan yang menjauhkan generasi dari kebangkitan hakiki berdasarkan ideologi Islam, begitu pun dengan  kondisi kaum ibu tak kalah memprihatinkan. Kaum ibu  mengalami psikis yang buruk dikarenakan beratnya beban hidup, suami yang sulit mencari nafkah, harga melambung naik, tingginya biaya pendidikan dan kesehatan.
Urgensi dakwah bagi kaum ibu sangat vital karena ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak dan sebagai pilar utama pembentuk peradaban, sehingga dakwah memastikan ibu mendidik generasi dengan aqidah ,ahlak mulia dan mencetak pemimpin masa depan.

Umat Islam bergerak secara pragmatis tanpa menyadari perlunya pemikiran Islam yang Ideologis dalam mengamalkan kehidupan sesuai dengan tuntunan syari'at Islam, dari sinilah urgentnya dakwah berjamaah secara Ideologis yang akan menjadikan pelopor perubahan.

Digitalisasi berada dibawah hegemoni kapitalisme yang tidak hanya bertujuan pada bidang ekonomi akan tetapi menyebarkan ideologi yang batil yang menjauhkan umat Islam dari pemikiran Islam Ideologis. Umat Islam digiring oleh Barat untuk mengikuti pemikiran Barat,   tanpa disadari umat terjebak jauh dari pemahaman dan  pemikiran Islam yang Ideologis disini lah peran pentingnya sebagai pengemban dakwah untuk memberikan pemahaman kepada umat, membangun kesadaran umat untuk kembali menerapkan islam yang kaffah.

Negara sekuler memandang generasi muda dan kaum ibu sebagai objek komersil sekaligus menjauhkan mereka dari pemikiran Islam kaffah. Akar dari persoalan terletak pada adopsi pemikiran sekuler dan kapitalisme, peran agama hanya dibatasi  pada ranah private sebatas hubungan kepada Allah dalam ranah ibadah saja, agama tidak diperlukan dalam ranah umum dalam bermasyarakat ataupun bernegara.

Islam mewajibkan umatnya  dakwah berjamaah untuk  melaksanakan amar makruf nahi mungkar, di tengah penerapan sistem kapitalisme kehadiran jamaah dakwah Islam Ideologis menjadi sangat urgen membina ibu dan generasi muda agar memiliki kepribadian Islam dan siap memperjuangkan kebangkitan Islam. Kewajiban seorang muslim adalah bergabung dalam kelompok dakwah yang memiliki visi Islam Ideologis dengan tujuan perubahan sistem dengan penerapan Islam kaffah.

Rasulullah sebagai teladan umat Islam  dalam melaksanakan dakwah berjamaah ini termasuk kaum ibu dan generasi muda dengan Islam yang Ideologis, menyiapkan mereka menjadi pelopor perubahan yang membela dan mengemban dakwah Islam secara kaffah yaitu dengan cara pembinaan tastqif sebagai langkah awal metode dakwah Rasulullah di fase Mekah yang kemudian dilanjutkan dengan interaksi dengan umat dan berakhir pada penyerahan kekuasaan dari umat  untuk menerapkan Islam sebagai sistem kehidupan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak