Oleh: Dewi Poncowati
Aktivis Muslimah Peduli Generasi
Rutinitas muda mudi di ruang digital tanpa disadari akan membentuk mindset serba instan. Algoritma Platform dirancang untuk menggiyurkan, menyolusi dan berlama lama depan layar. Kondisi sulitnya lapangan pekerjaan, faktor trend pergaulan imbas dari Fear of Missing Out (FOMO) menyebabkan muda mudi saat ini begitu mudahnya terjebak Judi Online dan Pinjaman Online. Problematika himpitan ekonomi dan kemudahan akses pinjaman dana langsung cair adalah cara kerja algoritma. Seakan akan algoritma begitu memahami solusi yang tepat namun justru menggiring untuk mengambil solusi pragmatis.
Melalui berita online Kompas.com, hasil riset Universitas Katolik Parahyangan , Fakulatas Ekonomi terdata 58 persen muda mudi terjerat pinjaman online karena gaya hidup hedon. Standar hidup penuh pengalaman flexing dan update mengikuti trend food, fashion, film dan fun. Gaya hidup ke sohor padahal tekor alias bangkrut dengan mudahnya mendapatkan pinjaman bahkan akhirnya Judi onlie pun untuk mendapatkan penghasilan fiktif.
Disampaikan pula oleh Dr. Vera Intanie Dewi, Ketua Program Studi Magister dan Doktor seharusnya sebelum berkecimpung di dunia kerja seorang mahasiswa sudah mampu mengolah keuangan. Sedangkan di Indonesia rata rata diusia 17-40 tahun tercatat 61.7 tidak memiliki tabungan, kemudian 67 persennya rakyat Indonesia pada lima tahun mendekati masa pensiun mulai memprogram manajemen keuangan. Melalui data tersebut menunjukan rakyat Indonesia belum terkategori sejahtera. Belum lagi banyak generasi terhimpit keuangan karena harus menanggung kehidupan orang tua dan usia lansia. Ialah fenomena generasi sandwich hidup dalam status sosial rendah, penuh kecemasan karena butuh validasi akibat paparan ruang digital akhirnya terkadang sulit membuat keputusan prioritas.
Berdasarkan data data dari surat kabar online fakta membuktikan muda mudi dalam tantangan hegemoni digital. Muda mudi digiring untuk mengambil solusi impulsif. Kapitalisme dan sekulerisme semakin kuat menanamkan normalisasi pada individualisme dan gaya hidup bebas sedangkan agama pada ruang digital terletak pada rating bawah bukan pada ruang publik. Para kreator lebih mengutamakan konten konten menguntungkan yang berunsur finansial dan hiburan. Membuat para muda mudi lebih lama menikmati screen time dan secara halus pemikiran sekuler tertanam. Sebaliknya konten yang bersifat politik Islam terdata sebagai ekstrimisme dibatasi dan dihapus.
Sejatinya Platfom digital lahir dari sistem kapitalisme dan sekulerisme dalam sendi sendi kehidupan. Sekulerisme menggiring generasi menjauhkan prinsip ketuhanan dalam kehidupan. Sistem Pendidikan saat ini menghasilkan generasi yang jauh dari nilai nilai agama. Sistem kapitalisme yang diemban di negara ini membuat generasi tidak memiliki arah hidup yang pasti, mengutamakan kepuasan materi tanpa memikirkan kehidupan selanjutnya.
Negara tidak mampu mengendalikan algoritma platform Kapitalisme milik para pengusaha raksasa yang berorientasi keuntungan semata. Merupakan bagian dari agenda penjajah untuk menghancurkan generasi muslim dan menjadikan generasi sebagai objek bisnis digital. Kondisi generasi saat ini dan nanti harus segera diselamatkan dengan berfokus pada mengembalikan jati diri muslim yang sesungguhnya dan mengajak generasi menjadi agen perubahan Islam dalam sebuah institusi khilafah.
Muda mudi dalam jeratan kapitalisme wajib diselamatkan. Hegemoni digital hasil kreatif peradaban sekuler dengan sistem kapitalisme hanya bisa dihancurkan dengan kedaulatan negara dengan sistem digital Islam. Permasalahan himpitan ekonomi menjadi senjata negara penjajah agar muslim masuk perangkap kehinaan berkepanjangan. Sistem digital Islam hanya dapat diterapkan dengan negara Islam yang berlandaskan akidah islam dan seperangkat hukum islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Assunnah. Negara dalam Islam memposisikan pemimpin sebagai Raa’in/penjaga dan pelindung bagi umat. Negara bertanggung jawab menjaga akidah umat dan memenuhi semua kebutuhan umat mulai dari perekonomian, Pendidikan, Kesehatan, sosial budaya serta keamanan dan politik luar negeri.
Negara Islam yang menerapkan aturan Islam kaffa bukan hanya memenuhi kebutuhan perindividu tapi seluruh rakyatnya. Dengan sistem perekonomian Islam negara akan mengelola dan mendistribusikan sumber daya alam secara mandiri. Mengembangkan dan meningkatkan teknologi industri untuk membuka peluang pekerjaan bagi generasi yang memiliki keahlian pada bidangnya. Sehingga tingkat perekonomian negara akan kuat.
Dalam bingkai Islam pendidikan adalah skala prioritas dengan menerapkan sistem pendidikan Islam kaffa yang berlandaskan akidah Islam sehingga akan melahirkan generasi berkepribadian Islam yang memiliki pola pikir Islam dan berperilaku serta bertindak sesuai dengan syariat Islam. Pemahaman akidah yang kokoh merupakan pondasi yang harus dimiliki oleh seluruh umat bukan hanya generasi saja sehingga aktifitas mengajak kebaikan dan mencegah kemaksiatan berupa praktik ribawi, perjudian, narkoba dan gaya hidup hedon pemborosan tidak akan terjadi.
Keberadaan negara pada sistem digital Islam akan menerapkan legitimasi hukum sesuai aturan Islam. Pada ruang digital negara memberikan fasilitas dengan membuka peluang bagi generasi untuk meningkatkan kreatifitasnya. Hanya memberikan ruang pada konten dan platform yang berunsur pendidikan, kesehatan, perekonomian serta pengembangan dan peningkatan teknologi industri. Negara melakukan filterisasi pada unsur unsur yang merusak akal manusia dan memberikan sangsi yang menjerakan bagi pelaku yang melanggar aturan serta memastikan konten konten yang berunsur kemaksiatan akan dihapuskan.
Sejatinya dunia digital adalah bagian dari madaniyah. Dengan ada nya media sosial penyebaran informasi yang berisikan konten dakwah Islam kaffa untuk menunjang dakwah agar Islam tersebar ke penjuru dunia. Melalui dakwah Islam kaffa maka umat harus memahami definisi perubahan dalam Islam yang sesungguhnya. Para generasi harus turut serta dalam kelompok dakwah islam kaffa melalui pembinaan dan pengkajian Islam yang berlandaskan akidah Islam Ideologis agar terbentuk generasi yang bertakwa kepada Allah SWT. Pembinaan dan pengkajian tersebut akan merubah pola pemikiran bahwa generasi harus memiliki jati diri muslim yang sesungguhnya. Generasi yang memiliki visi “hidup bermakna” dan memiliki kesadaran bahwa dirinya bagian dari umat serta harus mengambil peranan penting untuk menjadi agen perubahan dalam tatana kehidupan Islam yang lebih baik.
Tags
opini
