Oleh Yanti H, Ciparay Kab. Bandung.
Generasi muda adalah tulang punggung peradaban. Pada setiap masa, kaum muda menjadi aktor utama terjadinya perubahan masyarakat. Wajah politik dunia 2025 adalah salah satu bukti nyata peran generasi muda yang menginginkan perubahan. Di sejumlah negara, generasi muda pada era digital ini ambil bagian mengkritisi rezim di negara mereka masing-masing.
Di Indonesia sendiri, Agustus 2025 ibarat titik balik gerak langkah generasi muda. Demo besar-besaran yang terjadi di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus 2025 merupakan buntut dari menyebarnya informasi terkait kenaikan tunjangan DPR yang menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat. Padahal, banyak masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Publik pun kian bergejolak akibat tersebarnya pernyataan sejumlah anggota DPR RI yang melukai masyarakat.
Gejolak publik tersebut didominasi kaum muda. Sistem yang tegak saat ini memang telah melahirkan banyak kezaliman sehingga membuat masyarakat, terutama generasi muda, bersuara menolak kezaliman dan menyerukan perubahan. Namun, kita juga harus berpikir lebih mendalam, bagaimana mengarahkan sikap kritis generasi muda agar menghasilkan perubahan yang benar?
Namun, miris, di balik teknologi digital itu terdapat kepentingan dan strategi bisnis para kapitalis besar. Ini tampak dari meningkatnya data pengguna media sosial. Jumlah pengguna harian aktif keluarga aplikasi Meta (Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp) mencapai 3,35 miliar pada Desember 2024, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini jelas potensi ekonomi yang menjanjikan profit bisnis yang sangat menggiurkan.
Para kapitalis tidak peduli dengan kerusakan generasi muda akibat dari bisnis raksasa mereka. Mereka justru makin gencar dengan bisnisnya dan memberi ruang yang luas bagi penyebaran ide-ide sekuler kapitalistik. Ini adalah arus yang berbahaya karena sekularisasi berlindung di bawah payung ekonomi digital.
Dalam Islam, generasi muda memilih potensi hidup sebagai makhluk Allah yang memiliki naluri, kebutuhan jasmani, dan akal.Pembajakan potensi generasi muda dengan kapitalisme harus dicegah dengan Islam Kaffah melalui pembinaan partai politk ideologis guna mengaktivasi potensi hanya untuk perjuangan Islam Kaffah.Dengan potensi tersebut, mereka membutuhkan lingkungan kondusif yang kental dengan suasana keimanan serta kolaborasi komprehensif dan sistematis, ditambah sinergi semua elemen yaitu keluarga, masyarakat, partai ideologis,dan negara yang akan menguatkan serta melejitkan potensi mereka untuk diaktivasi ke perjuangan Islam Kaffah.
Maka partai politk Islam ideologis sebagai tulang punggung pembinaan seluruh komponen umat, termasuk generasi muda, sangat penting.Partai politik ideologis peran dalam rangka muhasabah terhadap penguasa,memberi ruang bagi suara kritis kaum muda, serta mencerdaskan dan meningkatkan taraf berfikir umat.Generasi bertakwa dan tangguh bisa didapatkan dengan menerapkan Islam dalam kehidupan.
Allah ﷻ berfirman:
نَّحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
"Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka." (QS. Al Kahfi 16).
Wallahu a'lam bish shawwab.
Tags
opini
