Oleh : Nettyhera
Ramadan, bulan penuh berkah dan kemenangan, akan segera tiba. Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambutnya dengan suka cita. Namun, di Gaza, Ramadan kembali datang dengan penderitaan. Bom-bom masih dijatuhkan, blokade terus berlangsung, dan rakyat Palestina hidup dalam ketakutan serta kelaparan.
Sudah puluhan tahun saudara-saudara kita di Palestina berjuang melawan penjajahan. Mereka terus bertahan meski dikhianati oleh berbagai perjanjian gencatan senjata yang dilanggar oleh Zionis. Sayangnya, dunia hanya bisa mengutuk tanpa memberikan tindakan nyata. Lebih menyedihkan lagi, banyak pemimpin negara Muslim yang justru diam dan memilih menjalin hubungan dengan Israel demi kepentingan politik dan ekonomi mereka.
Sebagai umat Islam, kita harus bertanya, mengapa penderitaan ini terus berulang? Mengapa kita tidak bisa melindungi saudara-saudara kita di Gaza? Jawabannya jelas, karena umat Islam tidak memiliki junnah, yaitu pelindung yang bisa membela dan melindungi mereka dari penjajahan. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
"Sesungguhnya seorang imam (khalifah) itu adalah perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya." (HR. Muslim).
Dulu, umat Islam memiliki kepemimpinan yang kuat. Ketika ada Muslim yang dizalimi, pemimpinnya segera bertindak untuk melindungi mereka. Namun, sejak kepemimpinan Islam runtuh, umat ini terpecah-belah dan tidak lagi memiliki pelindung. Inilah sebabnya kaum Muslimin di Palestina dan tempat lain terus menderita tanpa ada yang membela secara nyata.
Kita tidak bisa terus berharap pada PBB, perundingan damai, atau sekadar kecaman dunia internasional. Semua itu sudah terbukti tidak mampu menghentikan kebiadaban Zionis. Satu-satunya solusi adalah dengan mengembalikan kepemimpinan Islam yang bisa menyatukan umat dan melindungi kaum Muslimin dari kezaliman.
Tentu, membangun kepemimpinan Islam bukan hal yang mudah dan butuh perjuangan. Namun, langkah awalnya adalah dengan menyadari bahwa Islam bukan hanya agama ibadah, tapi juga ajaran yang mengatur kehidupan, termasuk dalam membela dan melindungi umat. Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah..." (QS. Al-Baqarah: 208).
Kesadaran ini harus dibangun melalui dakwah yang menyeru umat untuk memahami Islam secara menyeluruh. Rasulullah ﷺ dan para sahabat telah menunjukkan bahwa Islam harus diperjuangkan dengan dakwah dan metode yang benar. Kita pun harus menempuh jalan yang sama agar Islam kembali tegak dan umat memiliki pelindung.
Ramadan ini, mari kita bukan hanya meningkatkan ibadah, tapi juga memperkuat perjuangan untuk membangkitkan Islam sebagai kekuatan yang melindungi umat. Gaza adalah bukti bahwa umat ini butuh pelindung. Jika kita ingin melihat Palestina merdeka dan umat Islam kembali berjaya, maka sudah saatnya kita bersatu memperjuangkan tegaknya kembali kepemimpinan Islam yang akan menjadi perisai bagi kita semua.
Wallahu a’lam.
Tags
Opini