Gaza Sambut Ramadan dalam Penjajahan



Oleh : Nurfillah Rahayu 
( Forum Literasi Muslimah Bogor )


Sudah cukup lama warga Palestina di Gaza menderita. Meski saat ini bulan Ramadan tiba, namun tak menyurutkan penjajahan tetap dilakukan oleh Israel.
Seperti dilansir dari bbc.news.com/20 Februari 2025, Mesir dan sejumlah negara di Arab sedang menyusun rencana membangun kembali Gaza untuk memastikan warga Palestina tetap berada di wilayah tersebut tanpa harus mengungsi. Langkah itu merupakan respons terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin memindahkan warga Palestina.

Dalam usulannya, Mesir dan sejumlah negara Arab juga berencana membangun mekanisme pemerintahan di Jalur Gaza tanpa keterlibatan Hamas.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengusulkan agar warga Palestina dipindah ke Mesir, Yordania, dan kemungkinan negara lain.

Dia juga berniat mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera of The Middle East" atau kawasan pesisir yang indah di Timur Tengah.

Inilah rencana yang tetap dilakukan meski harus menewaskan banyak kerugian dan korban jiwa di Gaza. Hingga sampai saat ini kondisi Gaza tak beranjak dari keterpurukan dan kesedihan. Padahal Ramadan sudah tiba namun pengkhianatan Zionis atas perjanjian gencatan senjata terus terjadi. 

Semua ini terjadi karena umat Islam tidak memiliki pelindung atau junnah. Sementara itu, para penguasa negeri muslim cenderung diam dan menjadi ‘pelindung’ Zionis.
Umat seharusnya makin menyadari pentingnya kepemimpinan Islam untuk melawan dan mengusir orang-orang kafir dari tanah Palestina. Dan menyadari ketiadaan Junnah kaum Muslimin berarti membiarkan umat muslim di Gaza hidup sengsara, padahal mereka adalah saudara seiman.

Untuk itu pentingnya penerapan Islam Secara Kaffah agar dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang ada di dunia.
Tegaknya sistem Islam yaitu Khilafah sebagai junnah membutuhkan dakwah dari kelompok dakwah Islam ideologis yang menyeru umat untuk memahami islam secara kaffah dan berjuang dengan menempuh jalan sebagaimana kelompok dakwah Rasulullah.
Sebagaimana dari Abu Hurairah radhiyallâhu ’anhu. bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaqun ’Alayh dll.)

Dari sini jelaslah pentingnya melanjutkan kembali kehidupan Islam sebagaimana pernah terjadi beberapa abad silam Islam memimpin peradaban bahwa kedamaian dan kesejahteraan dirasakan oleh seluruh ummat dimuka bumi.

Wallahua'lam Bishowab 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak