Oleh : Sri Runingsih / Aktivis Dakwah
Sudah sulit semakin sulit, begitulah ungkapan perasaan buruh di Indonesia yang terancam kehilangan pekerjaannya, akibat dari tidak beroperasinya lagi pabrik tempat dimana mereka bekerja.
Dikutip dari CNBC Indonesia bahwa PT sanken Indonesia yang berada di Cikarang, Jawa barat, akan total menghentikan operasinya pada Juni 2025 mendatang, dan harus memberhentikan pekerjanya hingga 459 orang.
Hal yang sama juga terjadi pada PT Danbi International sebagai produksi bulu mata palsu yang menghentikan produksinya pada
Rabu 19 Februari 2025.
Padahal para pekerjanya di perkirakan sekitar kurang lebih 2.100 orang.
Lalu bagaimana nasib para buruh yang baru saja kehilangan pekerjaannya? Padahal lebaran sudah semakin dekat. Jangankan untuk membeli perlengkapan lebaran anak-anak mereka, bahkan untuk makan saja susah.
Ditambah lagi dengan sulitnya mencari pekerjaan di Indonesia yang menjadikan tamatan sebagai patokan utamanya, lain lagi keterbatasan usia sebagai standard untuk bekerja.
Alhasil warga Indonesia banyak yang menjadi pengangguran, bahkan tindakan kriminal seperti pencurian semakin marak terjadi atas dasar keterpaksaan, bahkan ada juga yang mengadu nasib sebagai TKI untuk bekerja di luar negeri dikarenakan mungkin persyaratan bekerja yang diberikan oleh negara lain tidaklah serumit seperti di Indonesia.
Dalam hal ini hendaklah pemerintah mengambil langkah sebagai solusi terutama dalam hal mempekerjakan rakyatnya. Walaupun melalui program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) memberikan 60% gaji yang diberikan kepada korban PHK selama 6 bulan dengan batas upah 5juta tidaklah menjadi jaminan. Karena kehidupan tidak berlaku selama 6 bulan saja.
Islam menjadikan pemimpin sebagai pelayan untuk rakyatnya, bukan malah sebaliknya.
Bahkan pada masa kepemimpinan sayyidina Umar bin Khattab, beliau bahkan rela berkeliling pada malam hari untuk memastikan umatnya agar tidak ada yang kelaparan, karena rasa takut yang begitu besar kepada Allah SWT akan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.
Begitu pula dengan hasil bumi seperti hasil laut, hutan, tambang dan sebagainya sebagai sarana pekerjaan untuk rakyat yang dikelola dan difasilitasi oleh pemimpin tanpa melibatkan pihak luar didalamnya, kemudian hasil dari pengelolaan tersebut dikembalikan lagi untuk kesejahteraan rakyat, sehingga tidak ada rakyat yang terlantar lantaran tidak mempunyai tempat tinggal, bahkan rakyat tidak ada yang kelaparan.
Begitu pula dengan pendidikan dan kesehatan yang memang sudah dijamin oleh pemimpin tanpa adanya pandang buluh.
Begitulah indahnya kehidupan bila aturan Islam dijadikan sebagai landasannya, karena sebaik-baik aturan adalah aturan yang berasal dari Allah SWT.
Wallahu alam bishawab
Tags
Opini