Pelecehan Seksual di Sekolah, Potret Buram Sistem Demokrasi Sekuler




Oleh: Ummu Rofi' 
(Aktivis Muslimah)



Pelecehan di sekitar Sekolah selalu terjadi berulang. Padahal hakikatnya ketika sudah di Sekolah aman dari bahaya kejahatan seksual. Namun realitasnya kehidupan sekolah saat ini dan seluruhnya selalu bermasalah dengan kejahatan seksual. Berbeda dengan Islam, di mana sistem Islam menjaga kemuliaan dan kehormatan wanita baik dewasa maupun anak wanita pra baligh. 

Dilansir dari laman tirto.id, Kamis, (06-03-2025), bahwa di Kabupaten Sikka NTT, telah terjadi berulang fenomena kajahatan seksual di lingkungan sekolah. Seorang guru pengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang melakukan perbuatan tak senonoh terhadap 8 anak didiknya di sekolahan. 

Fakta lain, bahwa ada seorang pengajar di daeran Kalideres yang di duga melakukan tindakan pelecehan seksual kepada 40 siswi. Guru tersebut sudah dipecat dari jabatannya di sekolah. Karena perbuatannya yang tidak pantas kepada anak didiknya. Orang tua meminta kepada pihak sekolah agar diberhentikan dari sekolahan. (Kompas.com, 07-03-2025)

Perihal kejahatan seksual yang terus berulang, karena sistem yang diterapkan saat ini sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Demokrasi yang membuat aturan sendiri oleh tangan manusia. Maka jelas kehidupan saat ini akan rusak dari seluruh aspek kehidupan. 

Dari aspek pendidikan, pergaulan di tengah masyarakat, media yang bebas tanpa batasan dan sistem pendidikan yang sekuler di mana hanya menghasilkan guru-guru yang jauh dari perintah Allah Swt, siswa yang tidak paham aturan Allah Swt, masyarakat yang tidak peduli dan pergaulan yang bebas. Negara tidak memberikan pengurusan dan sanksi hukum yang tidak tegas kepada pelaku tindak kejahatan seksual. Inilah potret buram sistem demokrasi sekuler.

Sudah seharusnya sistem rusak ini harus diganti dengan sistem shohih yang berasal dari Allah Swt, mengatur dengan aturan Allah Swt, yang menjadikan kehidupan penuh dengan ketaatan, masyarakat yang peduli dengan lingkungan, media sosial akan diatur oleh negara Islam, pergaulan akan dijaga, pendidikan dalam Islam akan diatur sesuai dengan hukum syari'at Islam. Karena pendidikan Islam bertujuan menjadikan generasi/anak didik menjadi generasi yang beriman dan bekepribadian Islam. 

Dan seorang guru dalam Islam akan menjadi panutan yang baik bagi siswa-siswinya. Menjadi guru yang bertakwa kepada Allah Swt. dengan menjalankan perintahNya dengan mengharap rida Allah Swt. Dalam hadis diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Ahmad dari Abdullah bin Umar ra. Rasulullah Saw., bersabda: "Imam itu ialah laksana penggembala dan dia akan dimintai pertanggungjawaban akan rakyatnya (yang digembalakannya). Di mana negara atau Khalifah menjadi pelindung dan bertanggung jawab atas seluruh aspek kehidupan dan juga akan memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pelaku kejahatan seperti pelecehan seksual sesuai ketentuan hukum syari'at Islam. 

Oleh karena itu, pelecehan akan terus berulang di manapun berada, meskipun di lingkungan sekolah yang terkategori aman. Namun sistem saat ini yang menjadikan dunia pendidikan dan seluruhnya jauh dari Allah Swt.. Maka sudah seharusnya sistem rusak ini dicampakkan dan kaum muslim segera mewujudkan sistem Islam yang sesuai perintah Allah Swt.. Alhasil seluruh aspek individu, masyarakat dan negara akan menjadi pribadi yang beriman, bertakwa dan berkepribadian Islam. 
Wallahu 'alam bish showwab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak