Oleh : Ummu Mumtazah
Kuasa hukum SMK Kalideres, Dennis Wibowo, menyebut ada 40 siswi yang mengaku mengalami dugaan pelecehan oleh oknum guru berinisial O di sekolah tersebut. Dennis mengatakan para siswi itu mengaku dilecehkan dengan cara memegang pundak, salaman yang lama, dan mengelus pinggul. "Kronologi pada pernyataan para siswi, itu kayak semacam memegang pundak, lalu kemudian kayak salaman, terus kadang-kadang, pinggulnya kayak dielus gitu. Memang itu perbuatannya tidak terpuji, saya pun juga tidak sepakat," ujar Dennis saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (7/3/2025).
Lebih lanjut, Dennis pun menambahkan para siswi merasa tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oknum guru.
Bukan kasus ini saja, namun masih banyak kasus-kasus pelecehan yang terjadi di sekolah yang serupa yang mungkin tidak diketahui oleh publik. Prilaku yang tidak senonoh itu sering terjadi karena tidak ada pembatasan antara guru dan siswa. Hal tersebut menunjukkan bukan sekedar kesalahan pada oknum semata namun semata-mata diakibatkan karena diterapkannya sistem demokrasi kapitalisme sekuler yang rusak dan merusak.
Dalam sistem kapitalisme sekularisme, melahirkan guru yang tidak bermoral. Guru yang seharusnya menjadi panutan dan memberikan tauladan yang baik bagi para siswanya, namun justru melakukan pelecehan seksual terhadap para siswinya. Hal itu juga disebabkan karena tontonan media yang liberal, lingkungan pergaulan dan pendidikan yang sekuler sehingga tidak mewujudkan prilaku yang mulia.
Dalam sistem kapitalisme sekularisme, Negara tidak membatasi apakah tontonan itu memberikan manfaat atau tidak, sehingga bebas dikonsumsi oleh siapa saja bahkan oleh seorang guru. Sehingga banyak masyarakat, peserta didik bahkan tenaga pendidik yang terpapar tontonan yang tidak senonoh, dan hal tersebut memicu terjadinya kasus-kasus pelecehan seksual, bahkan sampai ke lingkungan pendidikan.
Miris sekali, dalam sistem pendidikan kapitalisme sekularisme, melahirkan orang-orang bahkan tenaga pendidik yang tidak bermoral dan merusak citra buruk pendidik, baik di lingkungan pendidikan umum maupun lingkungan yang bergerak dalam bidnag keagamaan seperti lingkungan pesantren misalnya.
Islam Menghilngkan Pelecehan Seksual
Islam sangat menjaga pergaulan, terlebih lagi di dalam lingkungan pendidikan. Seorang pendidik tahu betul apa tugas mereka, yaitu sebagai tenaga pendidik, pemberi contoh dan suri tauladan yang baik.
Dalam Islam, para generasi bahkan tenaga pendidik dibina secara langsung jika terjadi pelanggaran syariat sehingga memberikan efek jera terhadap para pelaku pelecehan tersebut. Berbeda dalam sistem kapitalisme sekuler, kebebasan dijungjung tinggi, sehingga jika terjadi pelecehan maka negara tidak bisa berbuat apa-apa kecuali ada pihak pengaduan dari korban pelecehan. Maka wajar, jika kasus pelecehan semakin marak terjadi dan sulit dikendalikan.
Dalam sistem Islam, sangat menjaga pergaulan sehingga pelecehan seksual dapat diminimalisir supaya masyarakat dan pihak- pihak tertentu tidak melakukan pelecehan sehingga terjerumus ke dalam dosa dan jurang kesengsaraan.
Selanjutnya di dalam kepemimpinan Islam, memiliki mekanisme untuk mencegah pelecehan seksual, penerapan sistem pendidikan, sistem pergaulan dalam Islam, sistem sanksi yang tegas sesuai dengan syariat Islam dan media yang Islami akan menutup segala celah pelecehan seksual. Sesuai dengan firman Allah SWT:
ولا تقريوا الزنا انه كان فا حشة وساء سبيلا
Artinya : Janganlah kalian mendekati zina. Sungguh zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk. ( QS. Al- Isra' [17]:32 ).
Jelas sekali dalam Al-Qur'an memberikan gambaran terkait suatu hukum yang harus dijalankan dalam setiap aspek tanpa memandang bulu. Sehingga syariat Islam dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Walhasil, semua itu tidak bisa terwujud, kecuali dengan adanya hubungan yang sinergi antara individu yang bertaqwa, kontrol dari masyarakat dan penerapan sistem Islam yang dilakukan negara. Inilah langkah konkrit untuk mengatasi pelecehan seksual yang semakin hari semakin banyak.
Dengan adanya hubungan yang sinergi tersebut, maka akan terwujud penyelesaian permasalahan secara nyata dan menyeluruh, sehingga peran negara akan sangat penting jika Islam diterapkan dalam setiap aspek, bukan malah negara lepas tangan dan abai atas kasus-ksus yang terjadi saat ini.
Untuk mewujudkan itu semua, tiada lain dan tiada bukan, yakni dengan dengan penerapan Islam secara kaffah dalam setiap aspek kehidupan dalam bingkai Daulah Islamiyyah 'ala minhaj an nubuwwah.
Wallaahu a'lam bish shawwab
Tags
Opini
