*Oleh Erina Fridayanti, S.Pd
Sebelum memasuki bulan Ramadan, beberapa wilayah di Indonesia (Jabodetabek) mengalami curah hujan selama beberapa hari yang mengakibatkan banjir. Mengapa ini bisa terjadi? Menurut peneliti ahli riset limnologi dan sumber daya air BRIN bapak Yus Budiono terdapat empat faktor yang memengaruhi banjir tersebut yaitu penurunan muka tanah, perubahan tata guna lahan, kenaikan muka air laut, dan fenomena cuaca ekstrem. (jabar.tribunnews.com, 09-03-2025).
Beliau juga mengatakan bahwa banjir yang terjadi di Jabodetabek ini, masuk ketiga jenis utama yakni banjir akibat hujan lokal, banjir akibat luapan sungai, dan banjir akibat pasang laut. Banjir yang terjadi di beberapa daerah besar Indonesia seperti Bogor, Tangerang, Bekasi membuat masyarakat menderita. Kejadian tersebut makin parah seiring dengan banyaknya perumahan yang mengurangi saluran air (drainase). Para warga mengeluhkan bagaimana kinerja pemerintah dalam menanggulangi peristiwa banjir ini yang setiap tahunnya tidak mendapatkan solusi dan tidak menangani masalah banjir dengan serius.
Banjir yang terjadi di daerah Bekasi membuat ratusan motor, rumah, mobil, 114 sekolah dan lainnya rusak parah. Selain di Jabodetabek, wilayah Indonesia lainnya yang terdampak banjir adalah Bengkulu, Jambi, Probolinggo dan sekitarnya. Banjir yang terjadi di Bengkulu ketinggian airnya beragam antara 15 sentimeter hingga 50 sentimeter.(Kompas, 11-03-2025). Adapun desa yang terdampak banjir yaitu Desa Air Napal dan Desa Trans Sekayun Ilir.
Lahan yang ada seharusnya dibuat saluran drainase, tidak menebang pohon untuk kepentingan pemerintah. Memperjualbelikan lahan yang seharusnya bisa dikelola dengan baik oleh masyarakat. Sehingga, ketika peristiwa tersebut terjadi masyarakat juga tidak kesusahan menyelamatkan diri. Banyak faktor yang memengaruhi banjir yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Karena penebangan pohon, masyarakat juga dinilai abai terhadap masalah sampah yang membuang sembarangan. Seharusnya baik pemerintah atau masyarakat bekerja sama dalam memperbaiki alam yang sudah rusak ini.
Pemerintah dinilai abai atas penanganan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Pemerintah tidak bisa memprioritaskan masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir ini. Berbeda dalam Islam. Islam memberikan instruksi negara tentang cara membangun negara dengan benar. Pihak berwenang juga akan menerapkan Islam sebagai prinsip konsep pembangunan untuk mencegah bencana, terutama banjir, dan menerapkan penanganan yang tepat.
Tags
Opini
