Oleh Ai Hamzah
Belum lama ini banjir melanda di berbagai daerah dinegeri ini. Jabodetabek menjadi titik titik banjir terparah dengan ketinggian yang lumayan sekitar 4-5 meter. Bogor sebagai daerah dataran tinggi pun tak luput dari banjir, bak air bah yang siap merendam setiap tempat yang dilewatinya. Air di hulu yang melimpah tak kuasa ditampung dan akhirnya sampai ke hilir sehingga merendam atap rumah warga.
Banjir bandang di Puncak Cisarua Bogor mengakibatkan tanah longsor di daerah yang dilewati aliran tersebut hingga mencapai 6 meter. Mengakibatkan beberapa fasilitas umum rusak, tanah longsor, dan korban jiwa. Hujan berkepanjangan sejak Ahad, 2 Maret lalu, merusak tujuh unit jembatan dan menyebabkan seorang warga lokal meninggal dunia akibat hanyut. Bencana hidrometeorologi ini berdampak terhadap 1.399 jiwa dari 381 keluarga. Selain di Kecamatan Cisarua di Bogor, air juga merendam Kecamatan Bojonggede, Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Parung Panjang. TEMPO.CO, Jakarta 4 Maret 2025
Banjir di Bogor ini memperparah banjir di daerah Jabodetabek. Daerah yang biasanya tidak terkena banjir kini mengalami kebanjiran dengan debit air cukup lumayan hingga merendam mall, pusat perbelanjaan, mobil mobil yang sedang parkir, rumah rumah hingga terendam sampai atap rumah. Sudah dapat dibayangkan berapa nominal kerungian yang dialami oleh korban banjir. Belum psikis yang menguji disaat sedang dalam keadaan puasa. Terpaksa tinggal di tempat pengungsian yang seadanya karena rumah rumah mereka terendam air.
Bencana banjir ini bukanlah hanya semata fenomena alam dengan curah hujan intensitas tinggi misalnya. Tapi sesungguhnya banjir ini adalah akibat tangan manusia itu sendiri. Bagaimana tidak berdampak ketika lahan serapan air sudah beralih fungsi menjadi bangunan tinggi, perumahan, mall, pusat pembelanjaan, dan tempat rekreasi. Tanpa memperhatikan mitigasi lingkungan disekitarnya.
Empat wisata di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, disegel pemerintah karena dianggap melanggar ketentuan lingkungan hingga menyebabkan kerusakan dan biang banjir di Jabodetabek. Penyegelan ini dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Kompas.com (6/3/2025)
Kalau sudah terjadi bencana seperti ini siapa yang harus disalahkan? Cuaca yang ekstrem? Para kapitalis yang merubah lahan serapan air menjadi ladang cuan? Atau... Penguasa yang tidak berdaya terhadap kapitalis? Lingkaran setan sudah menyelimuti sistem saat ini. Yaitu sistem kapitalisme dan liberalisme yang telah mengungkung negeri ini. Sehingga prioritas hanya untuk kepentingan kapitalis saja, sedangkan rakyat jelata hanya sebagai formalitas saja.
Firman Allah SWT dalam Surat asy-Syura ayat 30;
وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ
Artinya: "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."
Surat Al A'raf ayat 96
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagiaan dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Musibah semata mata hanya ulah dari manusia itu sendiri. Bukan hanya sekedar karena fenomena alam saja. Ulah manusia lah yang sangat berperan. Dimana saat ini umat muslim sendiri sudah jauh dengan Islam. Islam hanya sebagai ritual agama saja. Bahkan Islam hanya sekedar identitas dalam kartu pengenal.
Padahal Islam bukan hanya sekedar agama tetapi sebuah tatanan kehidupan yang sempurna. Dimana semua telah diatur didalam Islam. Mulai dari hubungan manusia dengan Allah ( ibadah), hubungan manusia dengan dirinya sendiri (makan,minum, pakaian) dan hubungan manusia dengan manusia yang lainnya (muamalah). Semua berdasarkan aturan dari sang Pencipta Allah SWT. Islam pun menjadi pedoman hidup yang berpegang teguh dengan Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw. Begitulah sempurnanya Islam. Hingga dengan aturan Islam tersebut Allah menurunkan Rahmat bagi seluruh alam.
Wallahu alam
Tags
Opini
