Akal Licik Trump dan Netanyahu untuk Menguasai Gaza




Oleh : Sri Setyowati
Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam



Pada bulan Februari 2025, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan akan mengambil alih Gaza dan merelokasi penduduknya. Ia mengklaim inisiatif tersebut bertujuan untuk menemukan lokasi yang lebih aman bagi warga Palestina sementara tim pembangunan internasional mengambil alih tugas membangun kembali jalur yang hancur dan terkepung itu. Trump mengatakan rencananya bertujuan untuk mengubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah.” Namun, kemudian ia menarik kembali pernyataannya, dan pada akhir Februari menyatakan bahwa ia tidak ingin memaksakan rencana tersebut tetapi akan merekomendasikannya. (tribunnews.com, 06/03/2025)

Setelah ramai pembicaraan mengenai rencana relokasi warga Gaza, sejumlah pemimpin negara-negara Arab bertemu untuk membahas rencana rekonstruksi Gaza. Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan pidato mengenai rencana rekonstruksi Gaza di KTT Arab  pada tanggal 4 Maret 2025. Negara-negara Arab menyepakati rencana yang dipelopori Mesir tersebut. Sekaligus mencegah adanya relokasi warga Gaza dari tanah air mereka,  tetapi Trump menolak usulan tersebut. (kompastv.com, 20/03/2025)

Meskipun Mesir dan negara Arab sudah merencanakan pemulihan dan rehabilitasi Gaza, Zionis Yahudi tetap punya ambisi berbeda. Zionis Yahudi dan pemimpinnya Benjamin Netanyahu bersikeras menguasai seluruh Gaza. Setelah pembentukan badan administratif di Kementerian Pertahanan Zionis Yahudi, misinya adalah untuk melaksanakan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mendeportasi warga Gaza ke luar negeri. Hal itu dilakukan Netanyahu yang berupaya menghindari tudingan negatif menggusur paksa warga Gaza. Dia beserta seluruh elemen pemerintahannya merencanakan siasat licik tentang pemindahan lunak bagi penduduk Gaza, dimulai dengan mendorong mereka yang ingin beremigrasi untuk pindah ke negara lain seperti membuka pintu keluar melalui bandara Israel atau melalui pelabuhan laut Ashdod, atau bahkan melalui penyeberangan perbatasan darat. Rencana pemindahan lunak tersebut untuk menghindari tuduhan terhadap Zionis Yahudi atas pemindahan paksa, karena takut akan kecaman internasional atas kejahatan perang.

Para ahli hak asasi manusia independen PBB memperingatkan bahwa Zionis Yahudi tidak tulus dalam klaimnya untuk mendorong keinginan tersebut dan menggunakan cara-cara lunak, tetapi malah kembali menggunakan senjata kelaparan di Gaza terhadap Palestina, melalui keputusannya untuk melanggar perjanjian gencatan senjata dan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan. (republika.co.id, 08/06/03/2025)

Tindakan-tindakan tersebut jelas melanggar hukum internasional. Sebagai negara pendudukan, Zionis Yahudi selalu berkewajiban untuk memastikan kecukupan makanan, pasokan medis, dan layanan bantuan lainnya. Namun, dengan sengaja menghentikan pasokan vital. Lagi-lagi menjadikan bantuan sebagai senjata. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia. Hal ini juga merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Warga Gaza pun mengabaikan ancaman-ancaman Trump. Bagi mereka ancaman Trump  tidak lebih dari sekadar pembenaran untuk melakukan kekerasan lebih lanjut dan hukuman kolektif terhadap mereka. Bahkan jika mereka menyerahkan tawanan pun, penjajah tidak akan berubah. Perang bisa kembali kapan saja dengan dalih baru yang mereka buat. Ancaman Trump adalah bagian dari perang psikologis yang ditujukan untuk memaksa orang keluar dari Gaza.

Berbagai upaya dan cara licik AS dan Zionis Yahudi akan dilakukan untuk bisa menguasai Gaza. Berbagai seruan dan kecaman internasional terhadap mereka atas kekejamannya hanya dianggap angin lalu tanpa ada penyelesaian. Zionis Yahudi tidak bisa diajak bicara dengan bahasa diplomasi atau perjanjian. Hanya satu kata untuk melawan mereka yaitu jihad. Jihad tidak bisa dilaksanakan tanpa adanya institusi yang menaunginya. Hanya dengan institusi politik Islam yang bisa mewujudkannya. 

Sangat dibutuhkan adanya partai politik Islam ideologis yang akan mencerdaskan umat untuk bisa menegakkan Khilafah agar bisa dengan segera menyerukan jihad untuk menolong saudara kita di Gaza dan tempat lain yang sedang terzalimi.

_Wallahu a'lam bi ash-shawab_

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak