Ramadan Datang, Harga Meroket, Mengapa Selalu Begini?

Oleh : Nettyhera 


Bagi masyarakat kecil, Ramadan bukan hanya soal ibadah, tapi juga tantangan ekonomi. Setiap tahun, menjelang bulan suci, harga bahan pokok melonjak tinggi. Dari cabai, telur, daging ayam, hingga minyak goreng—semuanya naik!

Mengapa ini terus terjadi? Ada beberapa alasan utama:
1. Pedagang besar dan spekulan sengaja menimbun barang, sehingga stok di pasar berkurang dan harga melonjak.
2. Ketergantungan pada impor, sehingga jika ada masalah di negara pemasok, harga di dalam negeri ikut naik.
3. Negara tidak mengambil peran penuh dalam mengontrol pasar, sehingga harga dibiarkan naik tanpa kendali.

Di dalam Islam, pasar harus berjalan dengan jujur dan adil. Negara wajib turun tangan jika ada spekulan yang mencoba mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat. Islam juga mengajarkan untuk memperkuat produksi dalam negeri agar kebutuhan rakyat bisa dipenuhi tanpa bergantung pada impor.

Jika kita terus mengalami kenaikan harga setiap Ramadan, ini tanda bahwa ada yang tidak beres dalam sistem ekonomi kita. Ramadan seharusnya membawa ketenangan dan keberkahan, bukan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, masihkah kita mau mempertahankan kondisi ini, ataukah kita harus berubah?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak