Oleh : Nettyhera
Bulan Ramadan selalu identik dengan kenaikan harga bahan pokok. Setiap tahun, masyarakat harus menerima kenyataan bahwa harga cabai, daging ayam, minyak goreng, dan gula semakin mahal.
Pemerintah sering mengatakan bahwa ini karena permintaan tinggi. Tapi benarkah hanya itu penyebabnya? Kenyataannya, banyak faktor lain yang membuat harga naik, seperti:
Pedagang besar menimbun stok agar barang langka dan harga naik. Distribusi yang tidak efisien, sehingga biaya transportasi membuat harga melambung. Serta ketergantungan pada impor, yang membuat harga sangat dipengaruhi oleh kondisi global.
Kalau kita lihat lebih dalam, ini semua terjadi karena negara tidak menjalankan peran sebagai pengatur ekonomi yang sebenarnya. Dalam Islam, negara wajib mengawasi pasar, menindak pedagang nakal, dan memastikan pangan tersedia dengan harga yang stabil.
Jika setiap Ramadan kita selalu menghadapi masalah yang sama, bukankah ini tanda bahwa sistem ekonomi kita ada yang salah? Saatnya kita berpikir, apakah ada cara yang lebih baik untuk mengelola ekonomi agar rakyat tidak selalu menjadi korban?