Tjandra Sarie Asoeti Sutisno, M. Pd
(Pendidik/Guru SMK Negeri di Jakarta)
Pendahuluan
Kehidupan bagai perjalanan, dari suatu tempat ke tempat yang lain. Ada banyak yang harus dipersiapan dalam melalui semuanya itu, misalkan identitas diri, keuangan, perbekalan (makan dan minumnya), pakaian dan lain-lain. Begitupun hal nya dengan kita sebagai hamba, ada history nya langkah demi langkah. Kemana sajakah kita melaju, dari titik satu ke titik berikutnya..
Cerita saat masa kandungan, balita, kanak-kanak hingga dewasa dimana tidak mungkin terlupakan begitu saja. Kisah manis yang akan, membekas sepajang hidup kemudian jadi dongeng ke anak dan cucu. Kini semua masa lampau tinggal kenangan, tak akan pernah kembali lagi. Maka sebelum itu semua terjadi, penyesalan atau kemudharatan alangkah baik nya kita semua bijak dalam mengambil keputusan setiap kegiatan.
Kita diamanahkan oleh sang pencipta mahluk/alam semesta, hidup didunia sejatinya untuk beribadah/menjalankan semua perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Bila kita renungi bersama, masih adakah rasa itu/pikiran tsb. Bumi ini ibarat, sebuah lahan hamparan nan luas jika kita ingin menanam apapun pasti akan tumbuh.
Renungan
Hidup bagai lika liku, seolah-olah kitalah sebagai driver yang akan membawa kendaraan cepat atau lambat. Disinilah yang harus kita, ambil sikap bahwa siapakah penuntun atau panutan dalam mengisi hari-hari indah. Kemana arah kita harus bergerak, ikut air mengalir tanpa tujuan atau hanya sekedar nafsu belaka tanpa ada aturan Illahi Robbi. Miris sekali ya, tapi banyak sekali orang yang tidak memikir hal ini.
Jangka panjang yang seolah-olah ghoib, seakan-akan hal tak terlihat hanya sekedarnya saja bukan sebagai prioritas. Mengikuti yang salah, namun memang dalam hadist/aya-ayat menyatakan hanya sedikit ingin masuk surga lainnya enggan astaghfirullah. Semoga kita terhindar dari, pemahaman seperti itu hamba memohon kepada Allah Robbul 'alamin.
Aneh tapi nyata, ya itulah fenomena kehidupan kini. Istiqomah memang berat, namun janganlah engkau tergiur oleh fana nya dunia ini. Berat di sini, namun ringan kelak dikahirat amiiin Allahuma amiin.
Dunia begitu menggiurkan, dengan segala bujuk rayuannya misalnya bunga istilah perbangkan seakan indah namun riba dalam islam. Pacaran kata lain dari zina yang sangat berbahaya, tapi begitu lekat dikalangam anak muda mudi galau. Kita semua tau bahwa riba atau zina tidak diperbolehkan oleh agama Allah Ta'ala.
Apa yang terjadi kelak, semua nya akan terungkap tatkala pertanggungjawaban diakhirat. Ketika kalian melupakan/meninggalkan aturan maka sang pemilik aturanpun akan meninggalkan/melupakan kalian. Naudzubillah jangan sampai terjadi ya teman-teman semua. InsyaAllah kita memohon bimbingan Allah SWT, untuk selalu dekat dan ridho berada di surga NYA.
Mari kita meminta kepada Allah Ta'ala, semoga dimudahkan urusan kita amiin Allahuma amiin. Karena kita menyadari, bahwa hanya Allah Azawajallah tempat bersandar segala hajat manusia.
Wallahu'alam..
TSAS
Tags
Opini
