Bela Rakyat, Generasi Wajib Sadar Politik


Oleh : Yuke Octavianty
(Forum Literasi Muslimah Bogor)


Kontroversi terkait penetapan kenaikan PPN menjadi 12 persen terus bergulir. Setiap lapisan masyarakat menyatakan keberatannya.
Aksi penolakan dilakukan di depan Istana Presiden, Kamis 19 Desember 2024 lalu (detiknews.com, 19-12-2024). Mahasiswa, akademisi, pecinta anime Jepang (wibu) hingga k-popers turun ke jalan untuk menyuarakan keberatan kenaikan PPN 12 persen.

Penolakan juga disampaikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga. Penolakan dilakukan BEM Unair setelah melakukan pengamatan mendalam terkait dampak penetapan kenaikan PPN (beritajatim.com, 21-12-2024).

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa tarif PPN 12 persen akan ditetapkan hanya untuk barang dan jasa terkategori premium. Namun, faktanya tidak demikian. Setiap barang yang sebelumnya dikenakan tarif PPN 11 persen terdampak kenaikan pajak. Jelas, kebijakan ini membuat sektor ekonomi negeri kian limbung. Di tengah lemahnya keadaan ekonomi rakyat, pemerintah terus membebani rakyat dengan kenaikan pajak.


Butuh Kesadaran Politik yang Benar

Kepedulian Gen Z terhadap kebijakan yang menyengsarakan rakyat sudah semestinya terwujud. Terlebih posisi generasi menjadi ujung tombak perubahan yang wajib bergerak membela kepentingan rakyat. Karena gen Z merupakan salah satu kekuatan umat yang mampu melahirkan perubahan.

Penolakan gen Z atas kebijakan ini mesti dibangun dengan kesadaran yang benar atas kerusakan berbagai kebijakan yang ditetapkan sebagai dampak dari rusaknya sistem yang diterapkan saat ini. Bukan hanya karena pungutan pajak yang harus ditolak, namun sistem kehidupan yang kini menjadi dasar terciptanya kebijakan pajak atas rakyat. Yakni sistem kapitalisme sekularistik yang kian hari kian mencekik rakyat. 

Kepentingan rakyat kian terpinggirkan karena konsep pengaturan yang tidak berpihak pada rakyat. Kebijakan yang ada justru memenangkan kepentingan penguasa oligarki yang hanya mengutamakan perolehan materi. Wajar saja, angka kemiskinan kian melonjak dalam tata kelola sistem yang tidak layak.

Berkaca dari setiap kerusakan yang tidak pernah berhenti, pendidikan politik pada gen Z tidak boleh diabaikan. Terlebih gen Z memiliki potensi sebagai agen perubahan hakiki. Gen Z pun memiliki peluang untuk menguatkan kesadaran dan pemikiran masyarakat secara utuh. Generasi harus dibina agar terbentuk pemikiran dan pemahaman yang sempurna terkait perubahan dan kekuatan peradaban dengan basis pengaturan sistem yang benar. Sehingga akan melahirkan pola pikir dan pola sikap yang mampu menguatkan pemahaman umat. Sehingga mampu menggerakkan umat agar bersama dalam barisan yang benar menuju perubahan sistem yang memiliki asas pengaturan umat.

Pergerakan menuju perubahan, mutlak dibutuhkan agar mampu mengingatkan berbagai keburukan yang dilakukan penguasa. Sayangnya, pergerakan yang ada saat ini masih belum berlandaskan pada pemikiran dan pemahaman yang benar. Akar masalah dan solusi yang diberikan dalam sistem rusak ini masih bersandar pada konsep materialistis yang merugikan masyarakat. Inilah sumber masalah yang terus terjadi saat ini. Kebijakan tambal sulam terus diterapkan tanpa memandang akar masalahnya. Alhasil, masalah semakin ruwet membelit kehidupan masyarakat.


Islam, Satu-satunya Jalan

Pergerakan efektif yang shahih mutlak dibutuhkan untuk menghancurkan setiap kerusakan yang terjadi. Atas dasar pemikiran tersebut, diperlukam pemahaman yang benar agar terbentuk pola sikap yang benar di tengah umat. Pemikiran yang benar terkait perubahan akan membentuk visi misi yang menguatkan dan meyakinkan umat agar mampu bangkit dan bergerak keluar dari keterpurukan. Aturan shahih-lah yang mampu menggerakkan umat secara simultan menuju sistem pengelolaan benar yang sesuai dengan fitrah manusia.

Mau tidak mau, berdasarkan pemahaman tersebut, dibutuhkan satu kelompok yang mampu menyadarkan masyarakat dan melahirkan proses berpikir yang benar mengenai kebangkitan sesuai dengan visi dan misi yang shahih. Kelompok tersebut merupakan kelompok dakwah yang mampu menempatkan amar ma'ruf nahi munkar sebagai setir dalam kehidupan.
Aktivitas inilah yang mampu menyadarkan umat. Dengannya pula pemahaman dan pemikiran umat akan bersatu dalam sistem yang benar. Inilah kelompok dakwah ideologis. Satu-satunya kelompok yang mampu mensinergikan pemahaman dan aturan agama secara menyeluruh dan menempatkannya sebagai aturan kehidupan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
(QS. Ali 'Imran: 104)

Hadirnya dakwah ideologis di tengah umat akan memberikan harapan terkait perubahan. Kelompok shahih ini akan menyeru pada penerapan hukum syariat Islam yang senantiasa menerapkan aturannya secara utuh. Kepentingan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama. Kehidupan rakyat senantiasa terjaga dalam tatanan yang niscaya melindungi setiap urusannya.

Rasulullah SAW. bersabda,
 "Imam (Khalifah) adalah ra'in (pengurus hajat hidup orang banyak) dan ia bertanggung jawab pada seluruh kebutuhan rakyat" (HR. Muslim dan Ahmad).

Inilah satu-satunya solusi masalah yang terus membelit umat. Tatanan Islam yang diterapkan dalam institusi khas, khilafah manhaj an Nubuwwah. Hanya dengannya umat terlindungi. Dengannya pula, rahmat dan berkah Allah SWT. senantiasa menaungi.

Wallahu a'lam bisshowwab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak