Sekulerisme: Menghalangi Umat Tunduk pada Syariat


Oleh: Winda Yusmiati, S.Pd (Praktisi Pendidikan)


Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara ke salah satu pegawainya 'yang gaji kamu siapa' bikin geger di media sosial. 


Sejumlah pihak bereaksi setelah video ‘yang gaji kamu siapa’ menjadi viral, bahkan tagar YangGajiKamuSiapa pun merajai trending topic bahkan sampai mendunia.


"Bu! Bu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang? Pemerintah atau siapa? Hah?" ujar Rudiantara dengan suara meninggi. 


Pegawai itu pun membalikkan badan dan menjawab. Rudiantara langsung menimpalinya. "Bukan yang keyakinan ibu? Ya sudah makasih," kata Rudiantara.  

Itulah kutipan ungkapan Kemeninfo, Rudiantara dalam acara Kominfo Next di Hall Basket Senayan, Jakarta, Kamis (31/1). (cnnindonesia.com)


Kasus #yanggajikamusiapa sesungguhnya memotret cara berpikir pemimpin sekuler.


Pemikiran sekulerisme ini telah mendarah daging di kalangan pejabat bahkan sampai di kalangan umat.


Menyingkirkan agama dari tatanan kehidupan manusia adalah pemikiran yang sangat keliru. Mereka yang memahami hubungan akal dan iman harus terpisahkan, berararti mereka telah terkena virus budaya barat yang merusak yakni sekulerisme.


Cara pikir inilah yang menghalangi umat untuk tunduk pada Syariat Allah sehingga terjerumus pada kehidupan yang rusak dan jauh dari keberkahan.


Sebagai manusia kita wajib untuk menjadikan Allah sebagai pengatur dengan menjadikan akidah Islam sebagai landasan kehidupan. Menjalani kehidupan atas perintah dan larangannya.


Karena Allah Ta’ala yang memiliki kuasa atas hidup kita sebagai manusia. Kita hidup dan bernafas atas ridha dari Allah Ta’ala. Segala aktivitas yang kita jalani atas kuasa dari Allah.


Lalu mengapa kita harus tunduk dengan sesama manusia dengan dalih ia yang menggaji kita.


Setelah segala kemurahan rezeki yang diberikan oleh Allah Ta’ala, maka kita wajib menyadari bahwasanya aturan yang shahih adalah aturan yang datangnya dari Sang Pencipta. Baik dan buruknya diatur Sang Pemberi Kehidupan.


Oleh karena itu, penting untuk mengembalikan pemahaman yang sahih tentang hidup, dan bagaimana kehidupan ini harus dijalani.


Bahwa manusia wajib menjadikan Allah swt sebagai Pengatur (Al-Mudabbir) dengan menjadikan akidah Islam sebagai landasan kehidupan dan aturannya sebagai way of life.


Saatnya umat kembali kepada Islam, karena hanya sistem Islam yang akan mengembalikan umat pada kemuliaan dan mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.


Wallahu’alam bis-shawwab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak