Oleh: Lia Fitri
Lagi-lagi viral di media sosial anak menjadi korban pelampiasan emosi orang tua. PY, ayah dari N (6), tega menganiaya anak kandungnya sendiri hanya karena tidak diberi uang oleh istri. Beruntung Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara bergerak cepat mengamankan pelaku.
"Untuk motifnya, yang bersangkutan kesal karena tidak diberikan uang oleh ibu korban. Ibu korban saat ini bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI)," ujar AKP Made Purwantara, Jumat (14/08/2026).
Kasus ini bukan sekadar kisah kriminal biasa. Ini adalah buah dari sistem Sekuler Kapitalis yang memisahkan kehidupan dari agama. Dalam sistem ini, kenikmatan duniawi dan materi menjadi orientasi utama manusia untuk hidup.
Kapitalisme melahirkan kesenjangan ekonomi dan kemiskinan struktural. Korban paling banyak? Perempuan dan anak. Perempuan dipaksa mengambil peran ganda: sebagai ibu sekaligus pencari nafkah. Beban ini terlalu berat. Akibatnya, tugas utama perempuan sebagai pendidik generasi pertama menjadi terbengkalai.
Di sisi lain, sistem ini membatasi peran negara hanya sebagai "regulator" yang membuat negara tidak bertanggung jawab atas kesejahteraan rakyatnya. Wajar jika kemudian muncul kasus demi kasus anak teraniaya dan keluarga berantakan. Ini bukti nyata kegagalan dari sistem Sekuler Kapitalis dalam menjamin hak-hak perempuan dan anak.
Islam Memiliki Solusi Tuntas
Sangat berbeda Islam. Islam datang dengan seperangkat aturan yang memuliakan perempuan dan anak, serta menjamin hak-hak istimewa dan kehormatan mereka.
Dalam Islam, fungsi utama perempuan adalah "Ummu wa Robbatul Bait": ibu dan pengatur rumah tangga. Kedudukan perempuan dalam Islam begitu mulia dan terjaga. Karena fungsinya ini, perempuan tidak dibebani menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Tanggung jawab menafkahi adalah kewajiban seorang suami, ayah atau saudara laki-laki. Jika perempuan tidak memiliki wali, maka negara wajib menjamin seluruh kebutuhannya. Dengan aturan ini perempuan tidak perlu keluar rumah banting tulang meninggalkan dan anaknya.
Islam juga mewajibkan laki-laki memperlakukan perempuan dengan terbaik agar terhindar dari pelecehan, kekerasan, diskriminasi dan lain-lain. Rasulullah Saw bersabda:
"Orang yang imannya paling sempurna diantara kalian adalah yang paling berakhlak mulia, dan yang paling terbaik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya."
Dalam negara Islam, negara akan memastikan setiap kepala keluarga mendapatkan pekerjaan layak agar kebutuhan sandang, pangan, papan terpenuhi. Jika ada suami yang mangkir dari tanggung jawabnya, negara Islam akan memberikan nasihat dan jika suami masih mangkir dari tanggung jawabnya maka negara akan memberikan sanksi. Sehingga tidak ada lagi istri yang terpaksa mencari nafkah dan meninggalkan anak diasuh oleh orang lain.
Islam juga menjamin keamanan dengan menegakkan hukum tegas bagi para pelaku penganiayaan. Sanksi tegas ini bukan untuk balas dendam, melainkan untuk memberikan efek jera dan menjadi bentuk perlindungan nyata serta tanggung jawab negara terhadap korban dan keluarganya.
Bahkan kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan menjadi tanggung jawab negara dan diberikan secara gratis.
Sudah terlalu banyak keburukan yang didapat dari sistem saat ini. Sudah saatnya bagi kita untuk memperjuangkan penerapan Islam secara menyeluruh, agar kehidupan ini menjadi aman, nyaman, tenteram dan sejahtera.
Tags
Opini