Oleh : Sri Setyowati
Aliansi Penulis Rindu Islam
Sejak Gencatan senjata diumumkan pada 11 Oktober 2025, setidaknya ada 265 anak-anak tewas dan lebih dari 400 anak-anak menderita luka fisik yang berat dan fatal hingga mengalami cacat permanen sekaligus trauma psikologis yang terus menerus. Jika dihitung secara rata-rata, hampir setiap hari satu anak terbunuh di Gaza. Secara keseluruhan, sejak gencatan senjata tersebut sebanyak 1.007 penduduk Gaza tewas dan 3.165 mengalami luka-luka. Dari data otoritas kesehatan Palestina sampai dengan tanggal 18 Juni 2025, keseluruhan serangan Zionis Yahudi di Gaza sejak 7 Oktober 2023, sebanyak 73.018 warga Palestina tewas dan 173.373 mengalami luka-luka. (cnnindonesia.com, 25/06/2026)
Gencatan senjata yang seharusnya menjadi perlindungan sementara ternyata tidak memberikan jaminan keselamatan bagi anak-anak dan warga Gaza dari serangan Zionis Yahudi. Tidak ada tempat yang aman bagi anak-anak Gaza baik di rumah, di sekolah maupun di ruang publik.
Ini bukan sekedar salah sasaran dari rudal-rudal Zionis Yahudi yang mengklaim bahwa targetnya adalah pejuang perlawanan Palestina seperti Hamas yang mereka anggap sebagai teroris, tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Korban kebanyakan adalah anak-anak dan perempuan.
Serangan Zionis Yahudi kepada warga Gaza dilakukan secara sistemis dalam rangka genosida untuk menghilangkan Muslim Palestina. Zionis Yahudi sadar bahwa anak-anak adalah generasi penerus perjuangan pembebasan tanah Palestina hingga serangan ditujukan padanya.
Ambisi Zionis Yahudi adalah mewujudkan Israel Raya yang terbentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat, meliputi Yordania, Lebanon, Suriah, Irak, Mesir, Arab Saudi, Kuwait, dan Palestina dengan cara merebut dan menguasainya. Genosida terus dilakukan meskipun diberlakukan gencatan senjata. Bahkan lembaga yang katanya penjaga perdamaian dunia seperti PBB seolah mandul menghadapi Zionis Yahudi yang terus melakukan genosida terhadap warga Gaza.
Berharap bantuan dari warga muslim sekitar Gaza juga tidak mungkin, para penguasa Muslim di sekitarnya justru menutup akses menuju Gaza. Paham nasionalisme telah menjadikan urusan Muslim Gaza bukan menjadi urusan Muslim di luar Gaza. Padahal, sesama Muslim adalah saudara ibarat satu tubuh. Jika ada salah satu tubuh yang sakit, maka seluruh badan akan ikut merasakan sakit.
Kita tidak boleh bergantung pada negosiasi karena tidak bisa menghentikan kejahatan mereka. Umat Islam harus menggerakkan militer mereka. Harus ada mobilisasi militer untuk menghadapi Zionis Yahudi. Sangat mendesak umat Islam untuk kembali bersatu di bawah institusi global yaitu Khilafah ala minhaj nubuwwah yang akan memobilisasi militer dan menggerakkan tentara-tentara kaum muslim dengan jihad fii sabilillah.
Untuk itu kita harus meneladan Rasulullah dalam menegakkan Khilafah. Dalam Kitab Al-Ihkam fi Ushulil dari Imam al-Amidi yang dinukil oleh Syekh Taqiyuddin an-Nabhani menyatakan bahwa ada tiga syarat meneladan Rasulullah saw dalam penegakan Khilafah yaitu (1) melakukan amal sebagaimana yang Rasul contohkan, (2) memiliki arah dan bentuk yang sama, (3) menuju target dan tujuan yang sama seperti Rasul.
Sedangkan tahapan dakwah Rasulullah saw. berlangsung dalam tiga fase. Pertama, tasqif yaitu pembinaan dan pembentukan kepribadian Islam. Rasulullah membina kader-kader dan jamaah dakwah serta memperbanyak anggota dengan kepribadian Islam.
Kedua, tafaul ma'al ummah yaitu interaksi dan pergulatan dengan masyarakat. Rasulullah membina masyarakat dengan akidah dan syariat Islam, mengkritik dan melakukan penentangan ide-ide kufur, serta membongkar rencana jahat negara kafır.
Ketiga, istilakmul hukmi yaitu pengambil alihan kekuasaan dan penerapan Islam. Rasulullah saw bersama kelompok dakwah yang beranggotakan para sahabat berhasil meyakinkan masyarakat Madinah untuk menyerahkan kekuasaan kepada beliau sebagai kepala negara.
Berjuang mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan Khilafah adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dengan khilafah, syariat Islam bisa ditegakkan. Tanah kaum muslim yang terjajah akan dapat dibebaskan. Seluruh umat Islam akan terlindungi dan sejahtera karena Khilafah akan menjadi perisai umat Islam.
Wallahu a'lam bishshawab
Tags
Opini