Oleh: Arsy
(Aktivis Dakwah)
Gencatan senjata yang di berlakukan Israel lewat mediasi AS pada Oktober 2025 menyebabkan korban tewas melampaui 1.000 jiwa akibat serangan Israel kepada penduduk Palestina. Gencatan senjata yang dilakukan Israel tanpa memandang kemanusiaan anak-anak, orang tua, bahkan paramedis juga terkena sasaran kebiadaban zionis.
Zionis Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata secara sistematis, di bawah naungan AS sebagai penjamin dan juga sponsor utama yang memberikan bantuan dengan berbagai cara seperti pasokan senjata, strategi militer dan lain-lain.
Gencatan senjata yang diharapkan bisa menciptakan perdamaian hanyalah jeda sesaat karena blokade masih terus berlanjut, pembunuhan, perampasan tanah masih saja dilakukan, karena gencatan senjata hanyalah strategi Barat untuk meredakan opini dunia sambil membiarkan zionis terus membunuh secara sistematis.
Pembelaan sekutu
AS sebagai penjamin sekaligus sekutu zionis tidak mungkin bertindak adil karena AS pasti akan membela sekutunya. Kesalahan fatal jika mengandalkan negara penjajah untuk urusan umat Islam karena hanya akan melanggengkan penjajahan.
Palestina adalah negeri kaum muslim maka kaum muslim harus memperjuangkannya. Akar masalah Palestina bukan hanya karena pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh zionis, melainkan karena ketiadaan junnah (perisai) yang melindungi umat Islam dari segala bentuk penjajahan yakni khilafah Islamiyyah.
Palestina bukan hanya masalah kemanusiaan tetapi lebih pada masalah akidah dan kewajiban umat. Umat Islam tidak boleh berharap dan menggantungkan nasib kepada kaum kafir dan juga musuh-musuh Islam. Umat Islam harus mengambil solusi Islam dalam setiap permasalahan kehidupan termasuk menyelesaikan masalah penjajahan Palestina.
Solusi hakiki
Gencatan senjata bukanlah solusi hakiki karena untuk mengusir penjajah zionis Yahudi dari bumi Palestina hanya bisa dilakukan dengan jihad FII Sabilillah dan ini adalah kewajiban syar'i. Jihad FII Sabilillah akan sangat mudah terlaksana jika umat Islam bersatu dalam naungan khilafah Islamiyah.
Umat Islam ibarat satu tubuh jika ada salah satu bagian tubuh yang sakit maka yang lain juga akan merasakan sakit. Rasulullah SAW bersabda, "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur " (HR. Bukhari dan Muslim).
Banyaknya jumlah umat muslim di seluruh dunia dengan kekuatan dan berbagai potensi yang dimiliki seharusnya bisa mengalahkan penjajahan di dunia. Sayangnya umat muslim saat ini tercerai-berai karena perbedaan suku, bangsa akibat dari paham nasionalisme. Sebagai umat muslim harus bersatu, memperjuangkan kembalinya khilafah sebagai perisai kaum muslimin sehingga bisa menjaga setiap jengkal tanah miliknya.
