Refleksi Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram dan Memprihatinkan







Oleh : zuxy

Siswa SMA Negeri 5 Bandung, akibat pengeroyokan di Jalan Cihampelas. Berdasarkan data Pusiknas Bareskrim Polri, di wilayah hukum Polda Jawa Barat tercatat 345 kasus kekerasan dan kejahatan terhadap anak sejak Januari hingga April 2026. (Pusiknas.polri.go.id 11/05/26)

Siswa SMAN 1 Purwakarta mengacungkan jari tengah kepada guru seusai pelajaran di kelas. Akibat tindakan tersebut, para siswa itu disanksi skorsing selama 19 hari. para siswa terekam mengejek hingga mengeluarkan gestur jari tengah ke arah guru. (detik.com 11/05/26)

Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Diponegoro (Undip)menggunakan alat bantu dengar yang ditanam di dalam telinga sebagai upaya berbuat kecurangan saat ujian. (Sinarharapan.co 11/05/26)

Fakta yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini sangat miris dan memprihatinkan. Sistem pendidikan yang cenderung hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi kurang berhasil dalam membentuk karakter pelajar, terutama dalam hal sikap dan adab terhadap orang yang lebih tua, termasuk guru.

Di sinilah letak titik krusialnya. Pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang beriman dan bertakwa. Namun realitanya, anak yang didik justru diarahkan untuk mengejar kesuksesan karier dan materi, bahkan terkadang tanpa mempertimbangkan nilai halal dan haram.

Sistem yang terlalu memprioritaskan aspek materi ini akhirnya melahirkan individu yang mengalami krisis jati diri. Akibatnya, muncul perilaku menyimpang seperti kemaksiatan dan tindakan kejahatan.

Selain itu, kurang tegasnya peran negara dalam memberikan sanksi kepada pelajar yang melakukan pelanggaran juga menjadi perhatian. Alasan usia di bawah umur seringkali membuat hukuman yang diberikan terasa terlalu ringan dan kurang memberikan efek jera.

Pendidikan dalam Islam bertujuan mencetak generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap sesuai dengan nilai-nilai Islam (syakhsiyyah islamiyah). Dengan demikian, individu yang dihasilkan memiliki karakter beriman dan bertakwa, sehingga kemungkinan untuk melakukan perbuatan maksiat atau kejahatan menjadi lebih kecil. Sebaliknya, mereka terdorong untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Pendidikan dalam Islam juga memadukan antara keimanan dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Perpaduan ini memberikan pengaruh besar terhadap setiap amal perbuatan, sehingga tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat.

Dalam hal sanksi dan hukuman, Islam menekankan penerapan yang tegas terhadap pelanggaran, termasuk yang dilakukan oleh pelajar, dengan tujuan memberikan efek jera sekaligus mendidik.

Semua hal tersebut dapat terwujud apabila negara, dengan pemimpin yang bertanggung jawab terhadap seluruh aspek kehidupan terutama dalam pendidikan yang menerapkan Islam secara menyeluruh (kaffah).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak