Menjamurnya Pekerja Informal bukti kegagalan sistemik






Oleh : Arsy (Aktivis muslimah)

Di tengah derasnya arus industrialisasi saat ini, tetapi banyak muncul ketenagakerjaan yang masih di dominasi oleh sektor informal dengan kualitas pekerjaan yang relatif rendah, seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), pekerja lepas (freelance), UMKM, buruh tani, ART, pedagang asongan, pemulung dan lain-lain. Bahkan sebagian besar pekerja informal tidak terjangkau oleh skema perlindungan sosial, upah yang minimum juga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Apalagi tantangan daya beli masyarakat yang semakin rendah karena ketimpangan jumlah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan sehingga masyarakat mencari alternatif membuat usaha sendiri (UMKM).

Kehadiran gig ekonomi juga memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat terutama generasi muda sayangnya pekerja gig juga rentan karena tidak memiliki jaminan sosial dan relasi yang jelas dengan pemilik modal.

"Momentum May Day harus menjadi pengingat bahwa pekerja gig adalah bagian dari buruh yang wajib mendapatkan perhatian dan perlindungan negara" kata anggota DPR RI Syaiful Huda , m.antaranews.com (01/05/2026)


Kegagalan Sistem Kapitalis

Terbatasnya lapangan pekerjaan sedangkan pencari kerja semakin banyak menjadi bukti kegagalan negara dalam menyediakan lapangan pekerjaan, sehingga rakyat mencari alternatif pekerjaan yang lain meskipun dengan standar yang rendah.

Sistem ekonomi kapitalis menyebabkan kesenjangan sosial karena uang hanya berputar di antara orang kaya saja sehingga menyebabkan kesenjangan semakin lebar dan kemiskinan struktural semakin banyak.

Di dalam sistem ekonomi kapitalis ini, hak dan kewajiban pekerja dan pemberi kerja di atur oleh pemilik modal bukan di atur oleh syariat Islam.  Dan pemerintah hanya sebagai regulator, kebijakan pemerintah lebih banyak berpihak kepada pemilik modal dari pada kepada rakyat sehingga kepentingan rakyat terabaikan.


Solusi Komprehensif 

Di dalam syariat Islam negara adalah raain (penjaga) tugasnya adalah menjaga kesejahteraan umat sehingga negara bertanggungjawab menyediakan lapangan pekerjaan bagi laki-laki dewasa agar dapat menjalankan kewajibannya menafkahi keluarganya.Rasulullah Saw bersabda 
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan di mintai pertanggungjawaban atas yang di pimpinnya". HR Bukhari dan Muslim.

Negara Islam akan memberikan mekanisme yang komprehensif lewat sistem pendidikan, ekonomi dan politik agar bisa memastikan setiap laki-laki dewasa bekerja sesuai dengan kemampuannya. Misal ada lelaki yang tidak punya bakat maka negara akan memberikan penyuluhan atau pendidikan, dan kalau ada lelaki yang tidak punya modal maka pemerintah akan memberikan modal usaha tanpa bunga riba. Secara politik negara akan mengatur harta kepemilikan umum tidak untuk dimiliki individu atau swasta.

Hak dan kewajiban pekerja juga pemberi kerja di atur oleh syariat Islam sehingga tidak muncul masalah baik dalam segi upah, jam kerja, beban kerja, maupun hubungan kerja karena di dalam syariat Islam akad kerja berdasarkan kemanfaatan dan keridhoan.

Masalah ketenagakerjaan membutuhkan perubahan sistemik secara menyeluruh mulai dari sistem ekonomi, pendidikan dan juga politik karena semua saling terkait dan harus berpijak pada syariat Islam secara kaffah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak