Oleh: Ummu Rofi'
(Aktivis Muslimah)
Sebuah game hasil teknologi kian canggih dan game pun kian menggandrungi kehidupan generasi saat ini. Padahal game menjerumuskan kepada kelalaian dari aktivitas manusia. Sistem saat ini menyalahgunakan kecanggihan teknologi yang merusak akal dan jiwa generasi. Maka sistem Islam menjadikan generasi yang cerdas dan bertakwa kepada Allah SWT..
Fakta yang terindra bahwa game menjadi tuntunan hidup sebagian generasi. Tragedi di Lombok Timur, NTB. Bahwa ada dua anak tingkat TK dan tingkat SD mengalami kematian. Dikarenakan mencontoh adegan yang ada di dalam sebuah game dan viral di medsos. Namanya trend freestyle (gaya bebas) dan salto. (Radarsampit.jawapos.com, 07-05-2026)
Peristiwa memprihatinkan ini jelas merisaukan masa depan generasi. Mengapa fenomena trend freestyle ini kian masif di kalangan anak-anak? Beberapa faktor yang menjadikan fenomena ini seperti bola gunung es. Maka harus segera diselesaikan permasalahan rusaknya generasi. Yang disebabkan ketiadaannya pemimpin yang bertanggung jawab.
Saat ini faktor utamanya, tidak adanya pengurus umat yaitu pemimpin. Sistem kapitalis sekuler menjadikan pemimpin yang apatis terhadap tanggung jawabnya atas rakyat. Sedangkan masyarakatnya pun individualis (masing-masing) kehidupannya. Jadilah individu yang berkepribadian menyimpang.
Seperti fakta di atas sebuah game di sistem saat ini dirancang untuk menarik generasi kepada hal yang melalaikan dan membunuh jiwa yang tidak bisa menggunakannya dengan benar. Viralnya trend freestyle membuktikan lemahnya peran negara dalam mengawasi masyarakatnya, khususnya generasi.
Akhirnya banyak peran dari keluarga yang kurang mengontrol aktivitas anaknya dalam menggunakan gadget. Seluruh aspek individu, keluarga, masyarakat dan negara harus saling bersinergi dalam mencetak generasi cerdas dan tangguh. Namun, di dalam sistem rusak saat ini mencetak generasi yang berkepribadian baik dan bertakwa bukanlah suatu keniscayaan.
Berbeda dalam sistem Islam, ia memiliki aturan yang jelas dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dalam mendidik anak, ada ilmu yang harus dipelajari. Semua aspek harus berperan dalam mendidik anak/generasi, agar terwujud generasi cerdas dan bertakwa. Individu, keluarga, masyarakat dan negara menerapkan aturan Islam.
Pendidikan yang berlandaskan akidah Islamiyah, menjadikan anak berkepribadian Islam secara kaffah dalam kehidupan sehari-hari. Menuntut ilmu tidak hanya prestise semata, namun mengharap rida Allah SWT.
Dalam sistem Islam negara wajib menjaga rakyat dan khususnya mencetak generasi cerdas dan bertakwa kepada Allah SWT. Orang tua yang mengontrol aktivitas anak-anak, di samping negara wajib mengatur media sosial, tidak ada media yang melanggar syariat Islam seperti game online, pornografi, dan lainnya.
Dan negara akan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar syariat Islam. Sanksi diberikan melihat fakta yang terjadi, apakah soal zina, pembunuhan, atau yang lainnya. Islam sesuai dengan fitrah manusia, menenangkan hati dan menentramkan jiwa.
Oleh karena itu, ketika sistem Islam diterapkan tidak akan ada tragedi anak menjadikan game atau medsos itu tuntunan. Islam melahirkan anak generasi yang cerdas, bertakwa kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah tuntunan dalam kehidupan. Khalifah yang akan bertanggung jawab untuk seluruh kehidupan rakyatnya. Rasulullah bersabda: Maka imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang diurusnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Wallahu 'alam bishshowwab
Tags
Opini