Oleh : Arsy
(Aktivis muslimah)
Remaja adalah masa mencari jati diri, masa untuk mengukir prestasi, berlomba-lomba untuk menggapai cita-cita tetapi sungguh miris melihat remaja saat ini banyak yang terjerat kasus narkoba, tidak hanya sekedar pemakai tetapi juga sebagai pengedar.
seperti yang terjadi di desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat NTB), dua warga yang berinisial SH (26) dan KF ditangkap polisi saat hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah di samping rumah. Sementara pemasok barang haram tersebut masih diburu.
"Terduga pengedar SH tidak bekerja, dan KF yang masih berstatus pelajar," ucap Kasat Resnarkoba AKP Jahyadi Sibawaih kepada detikBali, Rabu (2/4/2026).
Begitu juga di Kendari Tim Opsnal Satuan Reserse Nnarkoba Polresta meringkus pelajar berinisial HS (19 ) di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara Senin, 30/3/2026.
Petugas menemukan puluhan paket sabu-sabu yang tersebar diberbagai tempat.
Masa remaja adalah masa mencari jati diri dan seharusnya remaja belajar untuk menuntut ilmu agar bisa berguna bagi dirinya sendiri dan juga untuk orang lain. Tetapi sayangnya saat ini remaja banyak terlibat dalam berbagai kejahatan seperti jadi pengedar narkoba.
Narkoba adalah salah satu zat yang bisa menghancurkan masa depan karena narkoba melemahkan akal pikiran bahkan merusak jaringan tubuh bagian dalam. Sayangnya saat ini banyak orang termasuk remaja yang terjerat narkoba dan tidak peduli akan kesehatan dan masa depannya hanya demi kesenangan sesaat.
Banyaknya kasus remaja terjerat narkoba saat ini di sebabkan dari banyak faktor, di antaranya faktor individu yang kurang kasih sayang, perhatian dari orang tua, orang tua sibuk mencari nafkah sehingga kurang memperhatikan anak-anaknya, kurang pendidikan agama, agama di anggap hanya sebatas ibadah ritual saja dan lingkungan yang tidak kondusif menyebabkan banyak remaja yang terpapar narkoba karena pengaruh dari pergaulan yang salah, tetapi yang berperan paling penting saat ini adalah faktor sistem, karena sistem sekuler kapitalis saat ini menjauhkan remaja dari agama, agama yang seharusnya berfungsi sebagai penjagaan akal dan moral serta perbuatan.
Sekuler kapitalis hanya mencari manfaat atau keuntungan sebesar-besarnya dari sesuatu termasuk narkoba meskipun narkoba termasuk jenis khamr yang banyak mudharatnya tetapi pemerintah secara tidak langsung melegalkannya karena peredaran narkoba semakin masif sebab yang di berantas cuma pengedar-pengedar kecil sedangkan pengedar yang besar di biarkan saja karena ada manfaat atau uang di dalamnya. Sedangkan remaja yang terjerat narkoba biasanya kehilangan akal sehingga memicu terjadinya kejahatan yang lain seperti pencurian, pelecehan, bahkan pembunuhan.
Lemahnya sistem pendidikan saat ini menjadikan sekolah hanya sebatas formalitas mencari nilai atau ijazah saja bukan lagi untuk mendidik remaja menjadi generasi peradaban cemerlang.
Apalagi hukum saat ini tumpul ke atas tajam ke bawah jika menyangkut para kapitalis (punya uang) hukuman hanya formalitas saja sedangkan jika rakyat miskin yang bersalah maka akan di hukum seberat-beratnya. Apalagi kasus narkoba jika ada uang paling cuma di rehabilitasi saja sehingga menyebabkan banyak pelajar yang mengulang aktivitas melanggar hukum.
Solusi remaja terjerat kasus narkoba adalah dengan menggunakan metode sistem Islam Karena hanya dengan sistem pendidikan Islam akan membentuk individu generasi sebagai hamba yang saleh taat kepada Allah SWT dan Rasulullah, juga Muslih dan berkepribadian Islam karena semua perbuatan dan perilakunya berdasarkan ideologi Islam.
Untuk bisa membentuk remaja menjadi generasi yang berkepribadian Islam maka butuh peran semua pihak antara lain peran orang tua, masyarakat dan negara.
Sistem saat ini menjadikan orang tua sibuk mencari nafkah sedangkan dibdalam sistem Islam negara menjamin kehidupan umatnya sehingga orang tua lebih intens dalam pengasuhan, pembinaan berperan penting dalam membentuk karakter remaja, orang tua akan bersungguh-sungguuh dalam mendampingi dan mendidik anak-anaknya dengan menanamkan dasar-dasar keislaman yang memadai serta memberikan teladan yang baik
Masyarakat berperan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan generasi karena masyarakat adalah hubungan yang unik yang akan menjaga pergaulan, dan amar makruf nahi munkar tidak hanya sebatas individu saja tetapi juga orang lain.
Sanksi hukum dalam sistem Islam yang tegas dan adil serta memberikan efek jera dari negara agar baik pembuat, pengedar maupun pengguna agar tidak mengulangi perbuatannya lagi dan untuk yang lain tidak meniru berbuat salah. Hanya dengan di tegakkanya syariat Islam maka akan menjauhkan umat terutama remaja dari perbuatan yang tidak benar.
