Setahun Program MBG, Ancaman Stunting Tak Kunjung Hilang




Oleh : zuxy

Perjalanan makan bergizi gratis sudah setahun. Namun, disayangkan mengapa masih saja terjadi keracunan. Jika tak tertangani, keracunan bisa melemahkan daya tahan siswa alias SDM Indonesia.

Sebanyak 261 pelajar dan santri di Mojokerto, Jawa Timur, diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Operasional dapur MBG pun dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi.

Program MBG telah berjalan selama satu tahun ini menunjukkan bahwa masalah gizi tidak dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan programistik jangka pendek.
 program MBG justru diwarnai dengan berbagai persoalan mulai dari kualitas makanan, hingga kasus-kasus yang menimbulkan keresahan publik maka yang muncul adalah krisis kepercayaan masyarakat terhadap negara. Dalam konteks ini, stunting tidak lagi sekadar masalah kesehatan, tetapi menjadi cermin kegagalan tata kelola kebijakan publik. Program MBG tetap dipaksakan berjalan meski problem mendasar belum dibenahi, seolah yang terpenting adalah keberlangsungan proyek, bukan hasil nyata bagi rakyat.

Dalam Islam negara diposisikan yang bertanggung jawab penuh atas terpenuhinya kebutuhan dasar setiap individu. Pemenuhan gizi rakyat dalam Islam tidak diserahkan pada mekanisme pasar atau program bantuan sesaat, melainkan ditangani secara menyeluruh dan sistemik.
Negara wajib memastikan bahwa setiap kepala keluarga memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kehidupannya seperti sandang, pangan, dll.

Negara dalam sistem Islam bertanggung jawab menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan. Pengelolaan sumber daya alam, pertanian, dan distribusi pangan dilakukan secara amanah agar tidak dikuasai segelintir pihak. Penimbunan, monopoli, dan spekulasi harga dilarang karena dapat menghambat akses rakyat terhadap makanan bergizi.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak