Oleh : Ermawati
Aktivis Muslimah
Negara harus bertindak cepat mengenai masalah bangunan sekolah yang rusak, bagaimana nasib pendidikan korban pasca terjadi banjir bandang.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, melaporkan bahwa ada 3.274 sekolah yang rusak akibat diterjang banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mu'ti mengatakan, data tersebut didapat dari hasil rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota per Minggu (14/12/2025), pukul 17.00 WIB.
Yang terdampak 767 PAUD, SD 1.343, SMP 621, SMA 268, SMK 136, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) ada 23, Sekolah Luar Biasa 30, dan Lembaga Kursus dan Pelatihan 86. Total yang terdampak 3.274," kata Mu'ti dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Kompas.com 15/12/2025).
Pasca banjir bandang hampir semua tempat rusak dan porak-poranda selain itu banyak infrastruktur yang tidak dapat digunakan rumah-rumah penduduk, jalan, rumah sakit dan sekolah-sekolah pun tak luput dari banjir bandang dan masih banyak lagi, banjir bandang ini telah menyisakan penderitaan dan kesedihan yang mendalam bagi masyarakat karena tidak hanya kehilangan tempat tinggal dan semua harta benda namun mereka juga harus kehilangan sanak keluarga.
Begitu dahsyatnya bencana banjir bandang ini, serta lambannya bantuan dari pemerintah membuat masyarakat bahu-membahu untuk saling menolong, tetapi tetap saja korban banjir bandang membutuhkan bantuan dan uluran tangan pemerintah agar dapat bergerak cepat kalau tidak akan banyak lagi korban berjatuhan karena kelaparan, masyarakat membutuhkan alat-alat berat untuk membersihkan jalan dari tumpukan gelondongan kayu dan lumpur agar mempermudah bantuan yang datang.
Selain itu seluruh tempat gelap tanpa adanya saluran listrik yang terputus karena akibat banjir, dan tentunya semua ini sangat membutuhkan peran pemerintah, namun sayangnya pemerintah seakan tutup mata tak peduli dengan semua penderitaan rakyat, padahal disamping itu juga ada masa depan anak-anak yang harus dipikirkan. Pendidikan mereka harus tetap berjalan tidak boleh terhenti atau pun putus sekolah mereka sangat membutuhkan tempat untuk belajar seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak agar bisa berfungsi kembali.
Dan anak-anak bisa terus belajar demi masa depan dan cita-citanya tanpa harus memikul tanggung jawab yang berat, karena semua ini adalah tugas dan tanggung jawabnya negara untuk memprioritaskan pendidikan anak-anak pasca banjir serta fokus memperbaiki sekolah, namun sayangnya dilapangan tidak seperti yang diharapkan negara masih saja lambat dalam menangani dan meprioritas pendidikan padahal jika kita pikirkan pendidikan juga sangat penting bagi masa depan negera ini apa jadinya jika generasinya putus sekolah negara harusnya lebih jeli dalam mengamati persoalan pendidikan.
Negara abai terhadap kehidupan dan kesejahteraan rakyat, apa yang rakyat butuhkan tidak dijadikan sebagai prioritas utama, rakyat hanya dijadikan sebagai tumbal untuk mendapatkan keuntungan, padahal kerusakan hutan terjadi karena adanya yang menyalah gunakan kekuasaan, tetapi yang menderita rakyat namun hukum tetap diam. Seperti inilah jika hukum kapitalis yang digunakan yang ada hanyalah kerusakan di segala aspek kehidupan, hukum yang dipuja-puja padahal buatan manusia hukum yang memisahkan kehidupan dari agama.
Sistem kapitalis semakin membuktikan rusak dan bobroknya dengan lahirnya pemimpin-pemimpin yang sangat minim empati terhadap rakyat, lambannya bantuan negara, banyaknya korupsi dan berbagai penyalahgunaan kekuasaan tidak dapat memberikan pelayanan serta menjalankan amanah dengan baik dan jujur hanya sibuk mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan jadi wajar saja terjadi kerusakan alam itu semua untuk memenuhi sifat rakus para pemimpin yang selalu merasa kurang.
وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيْهَا
Kepemimpinan itu adalah amanah. Nanti pada Hari Kiamat ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali orang yang mengambil amanah itu dengan hak dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam amanah kepemimpinan tersebut (HR Muslim).
Beda hal bila sistem Islam yang diterapkan pemerintah akan mengutamakan kepentingan dan keselamatan rakyatnya serta akan berkerja melayani rakyat dengan sepuluh hati karena ia tau kalau jabatannya ini kelak akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Swt, melakukan semua dengan cepat dan tepat dan memprioritaskan pendidikan anak-anak.
Tidak hanya ilmu pengetahuan tetapi juga dibekali pengetahuan aqidah sebagai bekal hidup untuk membentengi diri dari kehidupan kapitalis, dan memberantas korupsi serta menghukumnya dengan seadil-adilnya, tidak memperjual belikan sumber daya alam, menjaga serta melestarikannya, membagikan hasil alam untuk kebutuhan rakyat.
Hanya sistem Islamlah yang dapat menyelesaikan semua problematika kehidupan yang dihadapi umat hari ini, oleh sebab itu sudah saatnya umat sadar dan bangkit untuk beralih ke sistem Islam, umat harus cerdas dan pintar dalam menentukan dan memilih, hanya hukum Allah yang dapat digunakan di semua aspek kehidupan sehingga kehidupan yang aman, damai dan sejahtera akan terwujud serta untuk menegakkan kembali kehidupan Islam dan menyebarkan Islam hingga ke penjuru dunia.
Allahu'alam bish-shawab
Tags
opini