Imbas Pendidikan Sekuler, Guru dengan Murid Adu Jotos


Oleh: Essy Rosaline Suhendi
 (Aktivis Muslimah Karawang)


Seorang Guru berinisial A di Sekolah SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, tiba-tiba viral dikarenakan video rekaman yang memuat guru mengeroyok siswa. Disinyalir, hal demikian terjadi sebab guru mengucapkan kalimat kasar dan menyinggung kepada seorang murid, hingga memicu murid melakukan ucapan tak pantas kepada guru dan berakhir saling pukul (www detik.com, 17/01/25).

Dunia pendidikan kembali tercoreng, atas kejadian yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang guru dan murid. Terjadinya hal tersebut, menandakan dunia pendidikan memang dalam keadaan tidak baik-baik saja dan ada banyak faktor yang membuat hubungan antara guru dengan murid menjadi tidak beradab, hilangnya rasa hormat dan keteladanan.


Potret Buruk Pendidikan Sekuler

Dampak dari pendidikan sekuler, nyatanya malah melahirkan beberapa pendidik yang hilang rasa sabarnya hingga menghina, merendahkan atau melabeli murid dengan kata-kata yang melukai psikologis. Di satu sisi, murid pun tidak segan melontarkan ucapan kasar, bertindak tidak sopan dan kehilangan batas adab.

Sungguh sangat memalukan dan memilukan, jika hal ini terus terjadi berulang. Entah bagaimana nasib masa depan bangsa, jika hubungan antara guru dengan murid penuh dengan ketegangan, bahkan kekerasan. Jangka panjangnya, mungkin akan membuat generasi semakin berani melawan guru atau enggan menjadi guru dan guru pun akhirnya meninggalkan pekerjaannya sebab tidak tahan mendapati murid yang tidak tahu adab.

Begitulah, borok dari sistem pendidikan sekuler kapitalisme, sistem yang tidak jelas arah pendidikannya mau dibawa kemana, hingga menyebabkan murid yang lulus sekolah pun hanya sekadar dapat ijazah lalu kerja. Sedangkan posisi guru, hingga saat ini negara enggan memberi kesejahteraan karena minimnya upah yang diberi.


Keberhasilan Pendidikan Islam

Untuk itulah, sudah semestinya negara dan masyarakat tidak tutup mata atas segudang masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan. Dan sudah seharusnya, sistem yang diterapkan negara adalah sistem pendidikan Islam yang berlandaskan aqidah Islam.

Islam memandang, pendidikan bukan hanya mencetak orang pintar, tapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepribadian Islam, yaitu terbentuknya pola pikir dan pola sikap Islam. Sehingga mereka mampu menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia serta mengambil solusi Islam untuk menyelesaikan setiap masalah kehidupannya.

Bukan hanya itu, dulu di masa kekhalifahan Islam, ketika Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan termasuk dalam pendidikan. Banyak terlahir guru, ulama dan ilmuan yang beriman dan betaqwa dan melahirkan murid-murid yang namanya terkenal seantero dunia. Semisal Muhammad Al Fatih yang diajari sang guru untuk teguh berjuang mewujudkan cita-citanya menaklukkan konstantinopel atau kisah Imam Syafi'i dengan penuh kesabaran mengajari muridnya Rabi' bin Sulaiman yang lamban memahami pelajaran hingga akhirnya Rabi' menjadi ulama besar.


Islam Memuliakan Guru dan Murid

Seperti itulah contoh teladan dari pendidikan Islam yang dapat menciptakan hubungan relasi antara guru dengan murid penuh dengan hormat, saling menghargai, dan melindungi. Posisi murid wajib memuliakan guru (ta'dzim), sedangkan guru sebagai figur teladan bukan sekadar pengajar, manyampaikan ilmu dan mendidik dengan penuh kasih kasih sayang bukan hinaan.

Oleh karenanya, negara harus berperan dalam memastikan kurikulum pendidikan hanya berlandaskan aqidah Islam. Seluruh mata pelajaran di sekolah negeri atau swasta diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam. Namun, itu semua hanya dapat dilakukan jika Islam dijadikan sebagai sistem kehidupan dan yang bisa mewujudkannya hanyalah sistem kepemimpinan Islam yakni Khilafah.

Wallahu a'lam bishshawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak