Oleh : Ummu Amira
(Pegiat Literasi)
Dunia saat ini berada di bawah kendali Amerika Serikat (AS) dan ideologi kapitalismenya yang haus kekuasaan. Umat Islam terjajah, lemah, menderita, dan semakin terjerat sekularisme yang merusak jati diri mereka. AS mendominasi dunia Muslim melalui kebijakan yang melemahkan identitas Islam, seperti desainasi kelompok Islam seperti Muslim Brotherhood sebagai organisasi teroris pada akhir 2025, yang memicu tekanan domestik dan internasional terhadap aktivisme pro-Palestina. Situasi Gaza dan konflik Timur Tengah memperburuk penderitaan umat Islam, dengan AS dianggap sebagai aktor utama di balik ketidakstabilan.
Berbagai bencana ekologis melanda planet ini mulai dari banjir bandang, kekeringan ekstrem, dan kehancuran hutan sebagai akibat keserakahan kepemimpinan kapitalis global yang mengeksploitasi alam demi keuntungan segelintir elite. Agribisnis kapitalis menjadi ancaman utama hilangnya biodiversitas, dengan limbah toksik dari pabrik dan industri yang menimpa komunitas miskin secara tidak proporsional.
Belum lagi, AS semakin menunjukkan arogansinya melalui serangan militer dan ancaman ke berbagai negara, menunjukkan arogansinya melalui intervensi militer, seperti serangan pada 2 Januari 2026 di Venezuela yang menghancurkan gudang, kendaraan, dan sistem rudal, serta menangkap Presiden Nicolás Maduro untuk diadili di AS. Tindakan ini melanggar kedaulatan, dengan Venezuela menyebutnya "agresi imperialis" mencerminkan pola eksploitasi sumber daya alam tanpa peduli hukum internasional.
Ideologi Kapitalis Biang Kerusakan
Ideologi kapitalisme sekuler telah merusak sendi-sendi kehidupan umat Islam secara menyeluruh : akidah yang tercerabut dari tauhid, muamalah yang dipenuhi riba, akhlak yang bobrok, ekonomi yang timpang, politik yang korup, sosial budaya yang tercerai-berai, hingga pendidikan yang menjauhkan dari wahyu. AS, sebagai pentolan kapitalisme, menggunakan segala cara mulai dari sanksi ekonomi hingga aneksasi territorial menguasai sumber daya alam negara-negara lain. Mereka acuh terhadap tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia, demi mempertahankan hegemoni yang zalim dan destruktif.
Umat Islam Bangkit Wujudkan Khilafah Melawan Hegemoni AS
Umat Islam harus bangkit mengingat keberadaan mabda Islam yang kokoh sebagai modal utama kebangkitan, melalui tegaknya kepemimpinan Islam yang melawan hegemoni AS secara menyeluruh. Kepemimpinan Islam adalah satu-satunya harapan untuk mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang penuh rahmat bagi seluruh alam. Khilafah Islam tidak hanya melindungi umat Islam dari penjajahan, tapi juga seluruh umat manusia dari kezaliman, kemungkaran, kemaksiatan, serta berbagai kerusakan dan bencana yang ditimbulkan kapitalisme.
Dunia kini mencekam di bawah hegemoni Amerika Serikat (AS) dan kapitalisme zalimnya, merampas martabat umat Islam, serta merusak tatanan alam semesta. Umat Islam harus segera bangkit dengan mabda Islam yang kokoh sebagai fondasi utama, menegakkan kepemimpinan Islam untuk menghancurkan dominasi AS secara total.
Mabda Islam : Modal Kebangkitan Mutlak
Umat Islam memiliki ideologi Islam sempurna yang mencakup akidah tauhid, syariat lengkap, dan sistem hidup adil. Berbeda dengan kapitalisme yang haus kekuasaan dan sekulerisme yang memisahkan agama dari negara. Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran: 110 bahwa umat terbaik adalah yang memerintah kebaikan dan mencegah kemungkaran, menjadikan mabda ini senjata ampuh melawan penjajahan Barat. Tegaknya kepemimpinan Islam melalui Khilafah akan membebaskan umat dari belenggu lemah, seperti era Rasulullah SAW yang menundukkan kekaisaran Romawi dan Persia.
Khilafah : Harapan Tatanan Rahmat Duniawi
Kepemimpinan Islam adalah satu-satunya solusi mengembalikan kehidupan dunia yang rahmatan lil alamin, sebagaimana janji Allah dalam QS. Al-Anbiya : 107 bahwa Rasulullah SAW dikirim sebagai rahmat bagi semesta alam. Khilafah akan memberantas kezaliman ekonomi ribawi, politik korup, dan eksploitasi sumber daya yang dilakukan AS terhadap negara-negara Muslim seperti Palestina, Irak, dan Suriah. Di bawah Khilafah, non-Muslim pun dilindungi haknya sebagai ahli dzimmah, membawa keadilan universal yang hilang di era kapitalis.
Perlindungan Total dari Kerusakan Kapitalisme
Khilafah Islam bukan hanya benteng umat Islam dari penjajahan, tapi pelindung seluruh manusia dari kemungkaran, kemaksiatan, dan bencana buatan kapitalisme seperti krisis iklim serta perang ekonomi. QS. An-Nur: 55 menjanjikan Allah akan menjadikan orang beriman penguasa di bumi untuk menegakkan syariat, mengakhiri hegemoni AS yang zalim. Umat Islam wajib berhijrah secara kolektif menuju Khilafah, sebagaimana hijrah Nabi SAW, untuk wujudkan sistem yang membawa kemaslahatan abadi bagi seluruh alam. Wallahu a'lam.
Tags
opini