Oleh : Pina Purnama S.,Km
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang tidak mendukung upaya Washington untuk menguasai Greenland. Ancaman tersebut disampaikan Trump, dalam sebuah acara terkait layanan kesehatan di Gedung Putih.
Dalam pidatonya, Trump memuji kebijakan tarif yang ia terapkan sebelumnya karena dinilai mampu menekan negara lain agar menurunkan harga obat-obatan di Amerika Serikat. Ia kemudian mengaitkan kebijakan tersebut dengan isu Greenland.
“Saya mungkin akan mengenakan tarif terhadap negara-negara lain jika mereka tidak mendukung soal Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ( Antara.com 17/26).
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meminta negara-negara untuk membayar lebih dari USD1 miliar atau setara Rp16,8 triliun guna memperoleh hak atas kursi permanen di Dewan Perdamaian Gaza (Gaza Board of Peace). Informasi tersebut disampaikan kantor berita Bloomberg, mengutip rancangan piagam dewan tersebut. Menurut laporan Bloomberg, Trump akan menjabat sebagai ketua pertama Dewan Perdamaian Gaza dan memiliki kewenangan pribadi untuk menentukan negara mana saja yang akan diundang menjadi anggota dewan.
Pengambilan keputusan di dalam dewan akan dilakukan berdasarkan suara mayoritas. Meski demikian, seluruh keputusan tetap memerlukan pengesahan ketua. Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa Trump bertanggung jawab menyetujui segel resmi organisasi tersebut. (Metrotv.news.com/18/1/26)
Per 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 166.579 jiwa masih menempati tenda-tenda pengungsian yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ada juga yang masih mengungsi di rumah kerabat, tanpa mendapatkan bantuan uang dari pemerintah. Padahal mereka juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Di tengah kondisi demikian, kelompok rentan seperti anak-anak mulai "sering sakit". BNPB bersama pemerintah berpacu dengan waktu membangun hunian-hunian sementara (huntara) di sekitar lokasi terdampak, sebagai tahap pemulihan awal. (BBC.com/16/1/26)
Krisis Kepemimpinan Global Dunia Islam
Penderitaan saudara kita di dunia Palestina, India, Uighur, suriah dan lainnya belum menemui solusi karena krisis persatuan umat muslim sedunia masih terbelenggu oleh kepentingan masing-masing negara yang belum mampu menolong saudara semuslim dari kekejaman pengusiran tempat tinggal nya sendiri disebabkan oleh kepentingan politik dan ekonomi.
Cerminan pertama krisis kepemimpinan yang mana solusi yang dikeluarkan hanya kecaman semata tanpa ada upaya mengirimkan tentara untuk membebaskan saudara muslim kita di dunia. cerminan kedua bencana alam seperti longsor, banjir, kebakaran itu terjadi karena hawa nafsu ideologi kapitalisme sekuler ingin menguasai sumber daya alam tanpa batas hanya mensejahterakan kelompok oligarki saja.
Cerminan ketiga sistem kapitalisme sekuler menghancurkan sendi sendi kehidupan umat Islam dalam hal aqidah, ibadah, politik, ekonomi, sosial maupun budaya akibatnya umat terpecah belah tidak adanya persatuan di dalam tubuh umat Islam sendiri.
Solusi Islam
Sistem Islam punya aturan komperhensif mengatasi krisis kepemimpinan agar umat muslim sedunia terbebas dari penjajahan pemikiran maupun penjajahan secara fisik diantaranya :
Pertama : Islam punya Kepemimpinan yang melahirkan keberkahan hidup jika aturan Islam di terapkan dalam berbagai aspek krisis itu akan di minimalkan
Kedua; ideologi Islam yang yang akan melindungi akidah umat dari berbagai ancaman pemikiran sekuler dan liberal dan akan membangkitkan umat dari kekerasan, teror, kemaksiatan kembali ke jalan yang benar.
Ketiga : sistem Islam dalam bingkai khilafah akan mempersatukan kaum muslim sedunia melawan penjajahan secara pemikiran maupun fisik yang ingin menindas kaum muslim akan teratasi.
Wallahu a'lam bisshawab.
Tags
opini