Solusi bagi Rakyat Gaza dengan Mengirimkan Pasukan, Bukan Evakuasi



Oleh Ibu Sulistyawati, IRT




     Pernyataan Presiden RI Prabowo siap menerima 1000 warga Gaza, sejatinya bukanlah solusi bagi genosida terhadap warga Gaza, melainkan upaya memuluskan agenda pengusiran warga Gaza, penjajahan dan perampasan tanah yang diberkahi tersebut untuk diserahkan kepada Zionis Israel sebagaimana yang diinginkan para penjajah. Tanah Palestina adalah hak milik kaum muslimin yang wajib dipertahankan hingga titik darah penghabisan.

     Pernyataan ini justru kontra produktif dengan seruan jihad yang disuarakan banyak pihak hari ini. Yang menyadari tidak ada solusi hakiki selain jihad setelah melihat berbagai upaya yang dilakukan nyatanya tidak menghentikan penjajahan dan genosida. Evakuasi warga Gaza jelas menjauhkan dari solusi hakiki karena sejatinya zionislah yang melakukan pendudukan dan perampasan wilayah palestina. Sudah semestinya justru zionis Israel yang diusir, bukan malah mengevakuasi warga Gaza. 

Bisa jadi evakuasi tersebut merupakan tekanan AS terhadap Indonesia, atas kebijakan baru AS menaikkan tarif impor. Keberhasilan upaya Indonesia melakukan negoisasi atas kebijakan tersebut bisa jadi digunakan sebagai alat AS untuk menekan Indonesia agar melakukan evakuasi warga Gaza. Sungguh, inilah buah simalakama bagi negeri yang tergantung pada negara lain.

      Pemimpin negeri muslim seharusnya menyambut seruan jihad. Namun hari ini justru menunjukkan sikap pengecutnya. Karena paham nasionalisme dan prinsip tidak boleh turut campur urusan negara lain menjadi penghalang menyambut seruan jihad. Ini merupakan sikap pengkhianatan pemimpin negeri  muslim. Sekat negara bangsa mengoyak ukhuwah Islam untuk menolong bagian tubuhnya yang diserang dan dirusak oleh perampok. Tanpa ada sikap membalas sedikitpun.

     Negeri negeri muslim seharusnya menjadi negeri adidaya. Khilafah sebagai negara adidaya akan menerapkan Syariat Islam sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam dan membela setiap muslim. Mengirimkan pasukan dan senjata terbaik untuk membela dan menjaga kehormatan dan izzah Islam wal muslimin. Sayangnya saat ini Khilafah Islam belum tegak, sehingga nasib umat Islam masih terpuruk dan sengsara.

     Umat harus terus didorong untuk menolak upaya evakuasi warga palestina. Juga menyeru penguasa untuk menyeru penguasa membela saudaranya muslim Palestina. Pada saat yang sama, umat juga makin kuat berjuang menegakkan Khilafah, agar segera membebaskan Palestina dan  saudara saudara muslim lainnya yang tertindas dan terdzolimi oleh penjajahan orang orang kafir. Karena hanya jihad dan Khilafah yang merupakan solusi tuntas bagi pembebasan Palestina dari cengkeraman para kafir penjajah.

     Gerakan ini membutuhkan kepemimpinan partai Islam ideologis, agar tetap berada di jalan perjuangan yang benar, sehingga memberikan pengaruh besar dalam mendorong penguasa negeri muslim untuk mengirimkan tentarauntuk berjihad dan tegaknya Khilafah Islamiyah ar rosyidah.
Wallahu a'lam bishowwab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak