Kekuatan Global untuk Kemerdekaan Palestina





Oleh : Sri Setyowati
Anggota Aliansi Penulis Rindu Islam




Akibat serangan brutal Israel sejak Oktober 2023, lebih dari 60 ribu warga di Palestina meninggal, ratusan ribu rumah hancur, dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi. Mulai Maret 2025 lalu, Zionis Yahudi telah menutup akses penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza karena Hamas menolak menyepakati perpanjangan gencatan senjata gagasan Amerika Serikat. Pelarangan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza adalah salah satu alat tekanan utama untuk mencegah Hamas menggunakan bantuan ini terhadap penduduk. Serangan berkepanjangan yang dilakukan Zionis Yahudi menyebabkan krisis di berbagai bidang seperti bahan bakar, pasokan medis, air bersih, pangan dan lainnya di Gaza, hingga warga Palestina mulai memakan daging kura-kura untuk memenuhi kebutuhan protein mereka. (cnnindonesia.com, 19/04/2025)

Apa yang dilakukan Zionis Yahudi terhadap warga Palestina bukan sekadar penjajahan bahkan lebih yaitu genosida. Militer Zionis Yahudi selalu berdalih melindungi warga sipil saat menyerang Hamas. Namun Zionis Yahudi juga menggempur habis-habisan warga dan objek sipil di Gaza. Anak-anak, perempuan, petugas medis dan jurnalis menjadi sasaran kebiadabannya. Ini adalah kejahatan perang dan melanggar hukum internasional.

Para penguasa muslim hanya sibuk beretorika tanpa adanya tindakan nyata. Keberanian untuk bersikap tegas dan solutif terhadap penjajah tampaknya tidak dimiliki oleh pemimpin-pemimpin dunia Islam hari ini. Semua realitas yang terjadi ini semestinya menjadi pengingat bahwa harapan penyelesaian masalah Gaza dan Palestina bukan ada pada para penguasa muslim Arab, Turki, Indonesia, dan lainnya. Apalagi ada pada negara-negara adidaya dan lembaga-lembaga internasional yang justru dibuat dan disetir untuk menjadi alat melanggengkan penjajahan mereka atas dunia.

Solusi dua negara terus digaungkan negara-negara adidaya untuk memastikan Palestina dan Timur Tengah tetap membara. Gagasan ini merupakan jebakan politik yang dibuat negara-negara adidaya untuk melanggengkan kepentingan politik dan ekonomi kapitalisme mereka di kawasan yang menjadi pusat negeri-negeri Islam.

Solusi dua negara jelas merupakan pengkhianatan terhadap hak umat Islam atas Palestina. Tidak mungkin warga Palestina akan membagi tanah miliknya dengan penjajah Zionis Yahudi.

Palestina adalah persoalan politik, bukan sekadar isu kemanusiaan. Oleh karena itu, respons yang dibutuhkan pun bukan hanya sekadar bantuan medis, bantuan pangan, atau evakuasi dan lainnya, melainkan aksi politik nyata untuk menghentikan kejahatan penjajahan melalui pembentukan koalisi militer internasional untuk memberi tekanan serius terhadap Zionis Yahudi.

Seharusnya umat Islam dan penguasa-penguasa Muslim sadar dan tidak boleh tinggal diam terhadap apa yang dialami warga Gaza. Zionis Yahudi tidak bisa dilawan secara individual dengan menjadi sukarelawan atau mengirim senjata-senjata. Negara harus dilawan dengan negara. Karena itu, perlu adanya persatuan global kaum muslim dalam satu ikatan akidah Islam yang akan mampu menghimpun dan mempersatukan tentara kaum muslim untuk membebaskan Palestina.

Umat harus bergerak menuntut penguasa muslim untuk melaksanakan kewajiban menolong Palestina dengan melaksanakan jihad. Jihad tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya otoritas pemerintah yang menjalankannya. Penjajahan hanya bisa dihentikan dengan persatuan umat dalam satu kepemimpinan global. Oleh karena itu, semestinya para penguasa muslim dan umat Islam secara keseluruhan mengangkat seorang amir atau pemimpin kaum muslim, yakni seorang Khalifah untuk bisa menjalankan jihad  dan membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi. Inilah yang seharusnya dijalankan terlebih dahulu yaitu wajib adanya pemimpin atas kaum muslim sedunia yang mampu melindungi umat di mana pun berada.

Untuk itu, umat harus bergerak memperjuangkannya dengan menapaki jalan dakwah seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. bersama jamaah dakwah ideologis agar persatuan umat terwujud hingga Khilafah tegak untuk bisa mewujudkan jihad membebaskan Palestina dan wilayah lainnya yang terjajah.

Wallahu 'alam bishshawab

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak