Pentingnya Memilih Partner dan Circle dalam Ketaatan



Oleh: Fitria Fadhlia Nur Syamsi 
Aktivis Mahasiswa 



“Seseorang itu bergantung kepada agama sahabatnya, maka perhatikanlah salah seorang dari kamu kepada siapa ia bersahabat.” (HR Abu Daud).

Nabi ﷺ menerangkan bahwa seseorang menyerupai teman dekatnya dalam keseharian dan kebiasaannya. Pertemanan memiliki pengaruh terhadap pemikiran dan  perilaku. Oleh sebab itu, Nabi ﷺ memberikan arahan agar berhati-hati dalam memilih teman karena ia akan membawa temannya pada keimanan dan kebaikan serta menjadi daya dukung bagi temannya. Sebaliknya akan melemahkannya dan membawa pada keburukan berteman dengan orang-orang yang fasik. 

Pada penelitian Lathifah. 2020, Circle secara bahasa artinya lingkaran. Lingkaran yang dimaksud dalam konteks ini adalah lingkaran/kelompok persahabatan, pertemanan, atau pergaulan. Sedangkan circle pertemanan di sini memiliki arti yang khusus. Apabila istilah tersebut digunakan dalam konteks pertemanan, berarti lingkaran yang mengacu pada kelompok atau pergaulan terbatas. Biasanya kelompok terbatas ini memiliki hobi dan tujuan yang sama. Bisa berupa kesukaan mengoleksi sesuatu atau menyukai hal tertentu. Faktanya seseorang itu banyak dipengaruhi oleh Circle pertemanannya karena seringnya berkumpul atau aktivitas bersama. Circle pertemanan baik pada lingkungan Organisasi, Pendidikan, Komunitas, dan sebagainya dapat berdampak pada individu baik dari cara pandang, selera, perubahan tingkah laku, dan gaya hidup (Pratiwi, 2020).

Circle pertemanan atau persahabatan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Karenanya, sangatlah penting untuk memahami seperti apakah lingkaran pertemanan yang dijalani selama ini. Apa lingkaran pertemanan tersebut berpengaruh baik, atau malah membawa dampak buruk pada anggotanya (Adinda, 2021).

Koeksistensi, Kecenderungan Naluriah Manusia 

Setiap orang bergantung kepada circlenya. Manusia memiliki naluri untuk koeksistensi atau bersama sama orang lain dalam kehidupannya. Relasi sosial antara manusia yang terefleksi dalam interaksi sosial adalah sebuah fakta dan keniscayaan. Manusia tidak mungkin bisa hidup sendirian. Ibarat makhluk  hidup  yang lain pun mencari komunitas dan lingkungan yang membuat dirinya bisa nyaman untuk bertahan hidup hal ini  merupakan refleksi dari gharizah (naluri) dan kebutuhan jasmani manusia. 

Oleh Karena itu implementasinya pada diri manusia nampak dengan berkumpulnya orang-orang  yang memiliki interest dan hobi yang sama, bahkan karena tinggal dan hidup ditempat yang sama,  Sehingga secara alami  terbentuk circle circle pertemanan dan persahabatan  di berbagai tempat kampus, sekolah, tempat kerja, lingkungan rumah, dunia maya, dll.

Seluruh potensi kehidupan  manusia yang diberikan oleh Allah akan mendorong manusia untuk ko-eksis dengan manusia lain dengan harapan bisa lebih mudah untuk bertahan hidup. Dominasi dari satu potensi dalam dirinya akan mewarnai circle persahabatan seseorang, jika dominan gharizah baqa’ nya (naluri untuk mempertahankan diri) dia akan mencari circle yang mengakui eksistensinya, dia ingin diterima disana, sehingga dia bisa merasakan sense of belonging, dia ingin terpacu untuk maju dan menonjol, terdorong untuk meraih pencapaian terutama yang bisa menjadi shortcut eksistensi pribadinya.

Begitu pula ketika dominan gharizah nau’ (naluri melestarikan jenis) pada dirinya maka circle yang dia cari harus membuat dia nyaman , senang dan menghindari hal2 yang menyebabkan ketidakstabilan emosi (tidak ingin sedih atau khawatir atau takut), sehingga lebih memilih dalam circle yang ada dalam zona aman seperti keluarga, circle pertemanan yang aktivitasnya ringan-ringan  nongkrong, traveling, healing, wisata kuliner, dll. Atau sesederhana terbentuknya circle pertemanan karena  tempat kerja  yang sama, misalnya sesama pasien penderita penyakit yg sama, atau diet yang sama ( vegan  dsb) karena dominasi hajah udwiyahnya, atau membuat circle sesuai agama karena dominasi gharizah tadayyunnya. 

Membendung Arus Kerusakan Sistem 

Sistem kapitalis liberal  ini sangat mendukung manusia mengejar kesenangan dengan jaminan kebebasan liberalisme, mereka meyakini jika manusia dibebaskan untuk mengejar kebahagiaannya apapun itu maka manusia mencapai sukses. Termasuk mendorong manusia untuk mencari circle yang memiliki kesamaan tujuan, dan meninggalkan circle yang dia tidak sukai tidak membuat dia bahagia, tidak membuat senang. Kapitalisme mendorong hawa nafsu manusia untuk dipenuhi semaksimal mungkin, Bahkan menghilangkan halangan2 yang ada di depannya jika tidak sesuai dengan dominasi hawa nafsunya. Termasuk meninggalkan orang orang yang tidak memiliki keinginan yang sama.
 
Kapitalisme juga mendukung manusia untuk menjadi dirinya sendiri apapun itu, dan memenuhi apa yang menjadi keinginan nya, sehingga individualisme adalah sesuatu yang positif dalam sistem kapitalisme. amar Ma’ruf nahi mungkar sebagaimana yang ada dalam Islam adalah sesuatu yang dipandang negatif karena mengganggu kesenangan orang lain. Sistem ini pun menjadi bahan bakar di dalam mencari uang begitu mudah mengarahkan manusia untuk memenuhi keinginan-keinginan yang tidak mereka butuhkan.

Pada era kebebasan yang dipayungi oleh sistem kapitalisme sekularisme, memiliki circle, sahabat, teman, saudara sepemikiran islam, dan lingkungan yang baik sangat dibutuhkan. Kita membutuhkan saudara dan sahabat yang dapat menguatkan, serta mengingatkan kita ketika sedang lemah iman dan terjatuh dalam kemaksiatan.
Jika hal itu tidak dilakukan, maka akan sangat mudah terbawa pada kehidupan bebas yang diharuskan oleh sistem saat ini yang justru membawa pada kemrosotan, keterpurukan dan kerusakan tatanan kehidupan individu, masyakat hingga negara. 

Sehingga untuk membendung arus sistem yang rusak saat ini, tentu saja tidak mampu dibendung oleh individu masing-masing yang ada di dalam masyarakat. Sangat sulit juga untuk memilih Partner dan Circle dalam Ketaatan  jika tetap dalam sistem kehidupan yang rusak. Sehingga, butuh kekuatan sistem yang membendung arus kerusakan yang dihasilkan oleh sistem rusak dan merusak yang  tegak. Tidak lain dan tidak bukan, sistem yang mampu membendung tersebut adalah Sistem Islam. Sistem yang aturannya berasal dari Pencipta manusia, Allah SWT. Pencipta yang mengetahui yang terbaik untuk manusia dan menjadi solusi segala problematika kehidupan manusia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak