Naiknya Harga Cabai dan Pangan Pokok Mendekati Bulan Suci Ramadan




Oleh: Khodijah Khoirul Bariyyah 



Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang menyebutkan ke kenaikan harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional saat memasuki Ramadan terjadi akibat penurunan hasil panen petani.

Kepala Disperindag Karawang, Yayat Hidayatuloh menyampaikan bahwa sejumlah kebutuhan pokok ditemukan mengalami kenaikan saat pihaknya melakukan monitoring ke pasar-pasar tradisional sekitar Karawang. (jabar.jpnn.com 02/03/2025) 

Mengapa ini Bisa Terjadi?

Di Indonesia ketika bulan Ramadhan akan di sambut oleh “tradisi”, yaitu kenaikan harga pangan pokok setiap tahunya. dan lonjakan harga menjelang bulan suci ramadhan sungguh menyebabkan kesulitan para masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan, dan itu  adalah sebuah kedzaliman kepada rakyat. 

Kedzaliman tersebut terjadi karena penerapan sistem kapitalisme yang melegalkan praktik oligopoli komoditas pangan oleh segelintir kapitalis, dan kapitalisme pula yang menjadikan para penguasa tidak berperan mengurus rakyat, itu karena di dunia ini tidak menerapkan sistem islam, yang semestinya menerapkan Qur'an dan sunah melainkan menggunakan aturan yang di buat oleh manusia. 

pemerintah yang seharusnya berperan untuk melengkapi kebutuhan rakyat nya mulai dari sandang pangan maupun papan ini malah sebalik nya pemerintah tidak ikut andil mengurus rakyat melainkan hanya memikirkan kepuasan dirinya. Hal ini mengakibatkan rakyat tidak mendapatkan kesejahteraan. 

Apa Peran Negara Sesungguhnya

Dalam Islam, peran negara adalah pelayan rakyat. Islam mewajibkan negara hadir secara penuh mengurusi seluruh kemaslahatan umat. Negara akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Apabila terjadi problem, akan diselesaikan secara tuntas dan segera.

Masalah pangan dalam islam adalah hal yang perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan salah satu kebutuhan per harinya dan per individu. Selain itu bagi islam seorang pemimpin harus mengurusi rakyat karena seorang pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan allah jika ada rakyatnya yang kelaparan. 

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. (HR. Buchori). Wallahu'alam bisshowwab.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak